Menuju IKN: WIKA KSO Genjot Pembangunan Tol Kariangau-Tempadung

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Kerja Sama Operasi (KSO) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA KSO) terus mengebut pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 yang vital, menghubungkan kawasan Kariangau menuju Simpang Tempadung. Proyek strategis nasional ini merupakan salah satu urat nadi utama dalam mendukung konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Komitmen WIKA: Infrastruktur Berkelanjutan dan Pemberdayaan Ekonomi

Proyek Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Ini adalah bukti nyata komitmen WIKA dalam mendukung perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM, serta inovasi konstruksi untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyatakan di Jakarta pada Kamis (29/5/2025), “Selain berorientasi pada konektivitas antar wilayah, Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 juga membawa semangat keberlanjutan dan kolaborasi dengan masyarakat lokal. WIKA percaya bahwa infrastruktur yang dibangun dengan prinsip keberlanjutan akan memberikan nilai jangka panjang, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi.”

Dirancang membentang sepanjang 7,3 kilometer, Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 mencakup sejumlah titik konstruksi strategis, termasuk pembangunan Interchange Kariangau yang menjadi simpul penting konektivitas wilayah. Tak hanya itu, proyek ini juga menunjukkan komitmen terhadap lingkungan dengan pembangunan dua jembatan satwa. Jembatan satwa adalah struktur khusus yang dirancang bagi satwa liar untuk menyeberangi lintasan tol tanpa mengganggu mobilitas manusia, sehingga mengurangi risiko satwa tertabrak dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan tol.

Progres Cepat dan Inovasi Teknologi Konstruksi

Hingga Mei 2025, progres fisik proyek ini telah mencapai 62 persen, lebih cepat dari target rencana yang ditetapkan. Pencapaian signifikan yang telah diraih antara lain:

  • Penyelesaian struktur Slab On Pile pada STA 6, 7, dan 9, yang membentang sepanjang 1,26 kilometer.
  • Kemajuan signifikan pada pekerjaan Jembatan Satwa di STA 8 dan 10, dengan progres masing-masing sebesar 62,4 persen dan 53,7 persen. Topping off pengecoran Arc Slab sisi kanan untuk kedua jembatan tersebut juga telah berhasil dilakukan, menandai kemajuan struktur utama.
  • Pencapaian signifikan di kawasan Interchange Kariangau, dengan beberapa ramp akses dan struktur jembatan di zona-zona utama telah mencapai progres bervariasi, bahkan beberapa ramp mencatatkan capaian di atas 60 persen.

Untuk mendukung efisiensi dan kualitas pekerjaan, WIKA mengusung berbagai teknologi dan metode konstruksi inovatif:

  • Penggunaan Corrugated Steel Plate setebal 8 mm pada struktur jembatan Satwa, berfungsi ganda sebagai bekisting dan bagian integral dari struktur komposit beton pelengkung setebal 1 meter.
  • Penggunaan mortar busa dengan berat jenis 0,8 ton per meter kubik, yang lebih ringan dari air dan mampu mengurangi beban struktur hingga 31.200 ton dibanding metode konvensional.
  • Struktur baja bentang sepanjang 216 meter karya PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (anak perusahaan WIKA) untuk overpass ramp akses, menunjukkan keunggulan desain dan konstruksi.

Dengan strategi pengerjaan simultan di berbagai titik, percepatan pembangunan tol ini diharapkan dapat terus dijaga secara optimal.

Dampak Sosial dan Lingkungan Positif

Selain fokus pada konstruksi, proyek Tol IKN Seksi 3B-2 juga memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat sekitar. Proyek ini melibatkan 437 tenaga kerja lokal. WIKA juga aktif menggandeng pelaku UMKM dari wilayah sekitar IKN, termasuk Balikpapan dan Samarinda, untuk mendukung rantai pasok proyek mulai dari logistik hingga konsumsi pekerja harian.

Sebagai bagian dari komitmen green construction, proyek ini juga berinvestasi pada penanaman vegetasi penutup tanah. Hal ini dilakukan untuk memperkuat daya ikat tanah dan mencegah erosi. Upaya ini mencerminkan komitmen WIKA dalam menerapkan prinsip konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan pada setiap elemen pembangunan, menciptakan infrastruktur yang tidak hanya tangguh, tetapi juga harmonis dengan alam.

Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 oleh WIKA KSO menjadi contoh bagaimana infrastruktur modern dapat dibangun dengan memperhatikan aspek konektivitas, keberlanjutan, dan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (Sumber:Suara.com)

 

 

Sumber : Menuju IKN: WIKA KSO Genjot Pembangunan Tol Kariangau-Tempadung

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started