1TULAH.COM-Kekalahan Manchester United di final Liga Europa 2024/2025 ternyata membawa dampak buruk yang signifikan, bukan hanya di lapangan hijau, tetapi juga di balik layar. Kegagalan meraih trofi tersebut berdampak langsung pada nasib ratusan karyawan klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Dilansir dari laporan Manchester Evening News pada Jumat (23/5/2025), bos besar Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, dikabarkan mengambil langkah tak populer dengan memecat sebanyak 200 karyawan. Keputusan pahit ini merupakan bagian dari upaya klub untuk menstabilkan kondisi finansial yang kian memburuk.
Rencana Finansial yang Berantakan Akibat Kekalahan
Sebelum final Liga Europa tengah pekan lalu, manajemen klub sebenarnya sudah memiliki “rencana A dan rencana B” terkait masalah finansial. United telah berusaha untuk mengecilkan dampak finansial akibat krisis yang menimpa sepanjang musim ini, ditambah dengan performa klub yang buruk. Namun, kondisi ini semakin parah pasca kekalahan United di final. Uang tunai yang diprediksi akan didapat jika juara, kini tak mampu diraih.
Laporan dari Daily Mail menambahkan bahwa manajemen klub terpaksa harus memecat 200 orang demi memangkas pengeluaran. Keputusan ini tak lepas dari perjalanan musim depan Manchester United yang dipastikan tidak akan bermain di kompetisi Eropa mana pun. Praktis, sejumlah sponsor dikabarkan melakukan pemotongan dana akibat absennya Setan Merah dari panggung Eropa.
Sir Jim Ratcliffe Ungkap Kondisi Keuangan ‘Kehabisan Uang’
Pemilik Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, secara mengejutkan mengungkap fakta pahit terkait kondisi keuangan klub. Dalam wawancara dengan BBC Sport, Sir Jim menjelaskan bahwa Manchester United sedang dalam periode perubahan besar-besaran dan kondisi keuangan klub tidak bagus.
“Kami sedang mengalami kesulitan keuangan. Manchester United akan kehabisan uang pada akhir tahun ini, setelah saya menginvestasikan 300 juta dollar AS,” kata Sir Jim seperti dilansir dari BBC Sport.
Ia menambahkan, “Jadi kami harus menangani semua kondisi ini dan hanya ada sedikit hal yang dapat Anda tangani sekaligus. Kami memiliki tim manajemen baru, kami harus menangani restrukturisasi keuangan, lalu kami harus beralih ke skuad, analisis data, dan terus maju.”
Sir Jim mengakui bahwa proses perubahan yang sedang dilakukan manajemen klub merupakan periode yang tidak nyaman dan mengganggu semua pihak. Namun, keputusan-keputusan ini harus diambil demi membuat klub bisa lebih stabil di tahun-tahun mendatang.
“Jika orang-orang ingin melihat Manchester United memenangkan trofi lagi, maka kami harus melakukan semua hal ini,” tegasnya, menunjukkan komitmennya untuk mengembalikan klub ke jalur kejayaan, meskipun harus melalui jalan yang sulit.
Penghematan Ekstrem: Kantin Staf Ditutup, Jatah Makan Siang Dihapus
Sebagai bagian dari langkah penghematan drastis, Sir Jim Ratcliffe, seperti dilansir dari The Guardian, memutuskan untuk melakukan efisiensi di sejumlah sektor pengeluaran. Klub kaya raya seperti Manchester United terpaksa menutup kantin staf hingga menghapus jatah makan siang gratis.
Tidak hanya itu, manajemen Manchester United juga akan melakukan PHK gelombang kedua, setelah di gelombang pertama mem-PHK hampir 250 karyawan pada September 2024. Menurut laporan media Inggris itu, Sir Jim akan menutup kantin staf di Old Trafford. Selain itu, pihak manajemen United juga akan mengganti makan siang gratis dengan buah-buahan.
Kebijakan penghematan ini juga akan diterapkan di pusat latihan Carrington. Pemain Manchester United masih bisa mendapatkan makan siang gratis, namun untuk staf dengan kinerja yang dianggap tidak maksimal hanya akan mendapatkan sup dan roti.
Diperkirakan, kebijakan penghapusan makan siang gratis ini saja dapat menghemat pengeluaran hingga 1 juta poundsterling.
Krisis finansial dan keputusan sulit yang diambil oleh Sir Jim Ratcliffe menunjukkan betapa parahnya kondisi keuangan Manchester United saat ini.
Kehilangan pendapatan dari kompetisi Eropa dan beban utang yang besar memaksa klub untuk mengambil langkah-langkah ekstrem demi keberlangsungan di masa depan.
Ini menjadi ujian berat bagi Setan Merah untuk bangkit kembali dan meraih kejayaan yang diidamkan para penggemar. (Sumber:Suara.com)
Leave a comment