1TULAH.COM-Sebuah video yang memperlihatkan acara perpisahan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang diadakan di sebuah kelab malam, viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @feedgramindo4 memperlihatkan para siswa dan siswi yang mengenakan pakaian formal seperti jas dan kebaya lengkap dengan riasan, berada di dalam kelab malam yang diketahui bernama Hexagon. Meskipun tanpa dekorasi khusus layaknya acara perpisahan sekolah pada umumnya, suasana tetap terlihat mewah dengan memanfaatkan fasilitas kelab seperti videotron yang menampilkan data siswa, panggung, dan tata lampu yang elegan.
Namun, bukan hanya lokasi acara yang menjadi sorotan publik, melainkan juga sikap kepala sekolah yang terekam dalam video dan memberikan dukungan penuh terhadap acara perpisahan yang tidak lazim ini.
“Alhamdulillah kami melaksanakan dengan lancar, aman,” ujar kepala sekolah dalam video tersebut. “Makanannya luar biasa mantap,” lanjutnya dengan nada puas.
Saat ditanya mengenai alasan pemilihan kelab malam Hexagon sebagai lokasi perpisahan, kepala sekolah menjelaskan bahwa tempat tersebut dianggap aman dan mudah dijangkau oleh seluruh siswa. Bahkan, kepala sekolah tersebut berencana untuk kembali mengadakan acara serupa di tempat yang sama pada tahun berikutnya.
“Ya kita lihat karna karna aksesnya mungkin bisa terjangkau oleh semua siswa dan jangkauannya dekat kemudian kondisi daerahnya juga aman,” jawab kepala sekolah saat ditanya alasannya memilih Hexagon.
“Jadi selanjutnya nanti perpisahan tahun depan bisa di Hexagon lagi ya bu,” timpal seorang pria dalam video.
“Dan intinya di dalam pelaksanaan aman, terkendali, berjalan lancar, semua yang disajikan makanannya mantap luar biasa the best lah untuk Hexagon,” lanjut kepala sekolah dengan antusias.
“Insyaallah,” jawabnya singkat ketika ditanya kemungkinan acara serupa di tahun depan.
Ironisnya, setelah acara formal usai, video tersebut juga memperlihatkan para siswa dan siswi asyik berjoget diiringi musik layaknya pengunjung kelab malam pada umumnya.
Sontak, video ini langsung dibanjiri komentar pedas dan hujatan dari warganet yang mempertanyakan keputusan kepala sekolah dan pihak sekolah. Banyak yang menyayangkan pemilihan lokasi yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan dan perkembangan siswa. Bahkan, beberapa warganet menyinggung peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dengan kejadian ini.
Beberapa komentar warganet yang terpantau antara lain:
- “@om***py: Awal nya coba coba atau rasa penasaran dan ingin tahu tempat apa sih hexagon.”
- “@Ev***13: Mantap buuuk,,awal kehancuran anak’ sdh dikenalkan tempat dugem,,mana KPAI,,dinas pendidikan yg sprti ini baru bisa dikritik, kenapa KPAI diam saja ya.”
- “@ac***la: Akhir nya lulus sekolah dan semua murid nya siap jadi lc.”
- “@Ka***ng: Tumben KPAi dan Komnas HAM serta sahabatnya Verrel ga nongol?”
- “@A**: KPAI kaya gini melanggar ham gak?”
Mengenal Lebih Dekat KPAI
Sebagai informasi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (yang kemudian diperbarui menjadi UU No. 35 Tahun 2014). KPAI memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memastikan hak-hak anak di Indonesia terpenuhi dan terlindungi.
Tugas Utama KPAI meliputi:
- Melakukan Pengawasan: Mengawasi pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak di seluruh wilayah Indonesia.
- Menerima dan Menindaklanjuti Laporan: Menampung dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelanggaran hak anak.
- Melakukan Pemantauan & Evaluasi: Memantau dan mengevaluasi dampak program perlindungan anak.
- Melakukan Sosialisasi dan Edukasi: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak.
- Kerja Sama: Berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat perlindungan anak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMAN 1 Sungai Tabuk maupun KPAI terkait viralnya video perpisahan di kelab malam ini. Namun, kejadian ini jelas memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat mengenai etika dan nilai-nilai dalam penyelenggaraan acara sekolah. (Sumber:Suara.com)
Leave a comment