1TULAH.COM-Nama Dewi Soekarno kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna media sosial Tanah Air. Bukan tanpa alasan, janda dari Presiden RI pertama, Soekarno atau Bung Karno, ini tertangkap kamera tengah berinteraksi dengan penyanyi dan selebritas Indonesia, Syahrini, di ajang bergengsi Festival Film Cannes 2025. Momen kebersamaan dua tokoh wanita berbeda generasi ini sontak memicu rasa penasaran publik, terutama mengenai sosok Dewi Soekarno sendiri.
Lantas, siapakah sebenarnya Dewi Soekarno yang kehadirannya di karpet merah Cannes bersama Syahrini ini begitu disorot? Mari kita telaah lebih dalam mengenai latar belakang, kehidupan, dan perjalanan seorang Ratna Sari Dewi Soekarno.
Mengenal Lebih Dekat Dewi Soekarno: Dari Tokyo hingga Istana Negara
Lahir di Tokyo, Jepang, pada tanggal 6 Februari 1940, Dewi Soekarno memiliki nama asli Naoko Nemoto. Saat ini, di tahun 2025, beliau telah menginjak usia 85 tahun. Perjalanan hidupnya yang penuh warna membawanya dari kehidupan seorang gadis Jepang hingga menjadi istri seorang kepala negara.
Naoko Nemoto resmi dipersunting oleh Presiden Soekarno pada tanggal 3 Maret 1962. Sebelum pernikahan, ia memeluk agama Islam dan kemudian mengganti namanya menjadi Ratna Sari Dewi Soekarno, yang memiliki makna “perhiasan para dewi”. Dari pernikahannya dengan Bung Karno, lahirlah seorang putri cantik bernama Kartika Sari Dewi Soekarno, yang lahir pada tanggal 11 Maret 1967.
Sayangnya, mahligai pernikahan Dewi Soekarno dan Bung Karno tidak berlangsung lama. Keduanya berpisah pada tahun 1970. Kendati demikian, cinta dan kenangan mendalam tetap terukir di hati Bung Karno. Bahkan, sang proklamator pernah menyatakan keinginannya agar Dewi dimakamkan di samping pusaranya kelak.
Kehidupan Setelah Berpisah dari Bung Karno: Eropa, Amerika, dan Kembali ke Jepang
Setelah kepergian Bung Karno, Dewi Soekarno memilih untuk hijrah ke Eropa. Ia sempat tinggal di beberapa negara seperti Prancis dan Swiss, sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat. Namun, kerinduan akan tanah kelahirannya membawanya kembali ke Jepang pada tahun 2008. Sejak saat itu, Dewi Soekarno menetap di kawasan Shibuya, Tokyo, dan aktif sebagai seorang pengusaha di bidang kosmetik dan perhiasan.
Menariknya, sejak bercerai dari Presiden Soekarno, Dewi Soekarno tidak pernah menikah lagi. Ia memilih untuk menjalani kehidupannya sendiri, namun tetap menjadi sosok yang menarik perhatian publik.
Kontroversi yang Mewarnai Kehidupan Dewi Soekarno
Di balik pesona dan keanggunannya, Dewi Soekarno juga dikenal sebagai sosok yang tak luput dari berbagai kontroversi. Berikut adalah beberapa catatan kontroversi yang pernah mewarnai perjalanan hidupnya:
- Insiden di Aspen (1992): Pada Januari 1992, Dewi Soekarno terlibat perselisihan dengan seorang sosialita Filipina bernama Minnie Osmeña di sebuah pesta di Aspen, Colorado. Pertengkaran tersebut berujung pada tindakan Dewi memukul wajah Osmeña dengan gelas sampanye, menyebabkan luka yang cukup serius hingga memerlukan 37 jahitan. Akibat insiden ini, Dewi ditahan selama 34 hari atas tuduhan perilaku tidak tertib.
- Penerbitan Buku Foto “Madame d’Syuga: Dewi with Love” (1998): Buku foto yang menampilkan potret semi-nude Dewi Soekarno dengan seni tubuh menyerupai tato ini dirilis pada tahun 1998. Publikasi buku ini menuai kecaman di Indonesia dan dilarang beredar oleh pemerintah Orde Baru karena dianggap mencemarkan nama baik Presiden Soekarno.
- Insiden di Acara Televisi Jepang (2014): Pada tahun 2014, Dewi kembali menjadi sorotan setelah diduga menampar salah satu tamu lainnya dalam sebuah acara televisi Jepang berjudul “Okusama wa Monster 2”. Kepolisian Tokyo sempat melakukan penyelidikan terkait insiden ini, dan Dewi kemudian menyampaikan penyesalannya atas kejadian tersebut.
- Kasus di Jepang Terkait Pemecatan Karyawan (2024-2025): Baru-baru ini, pada Desember 2024, Pengadilan Buruh Jepang menjatuhkan denda sebesar 29 juta yen atau sekitar Rp3,03 miliar kepada perusahaan milik Dewi Soekarno, Office Deva Sukarno. Denda ini terkait dengan kasus pemecatan sepihak terhadap dua karyawan yang mengajukan gugatan sejak tahun 2021, di tengah pandemi COVID-19.
- Pernyataan Kontroversial tentang Johnny Kitagawa (2023): Pada Juli 2023, Dewi Soekarno menuai kritik pedas setelah memberikan pembelaan terhadap mendiang Johnny Kitagawa, pendiri agensi hiburan Jepang yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah naungannya. Melalui cuitannya di Twitter, Dewi menyatakan bahwa Kitagawa “mencintai anak-anak di agensinya seperti anak sendiri,” yang dianggap meremehkan tuduhan serius tersebut.
Kehadiran di Cannes Bersama Syahrini: Simbol Keakraban Lintas Generasi?
Pertemuan Dewi Soekarno dan Syahrini di Festival Film Cannes 2025 menjadi momen menarik yang menyatukan dua figur publik Indonesia dari generasi yang berbeda. Belum diketahui secara pasti konteks pertemuan tersebut, namun interaksi keduanya di karpet merah menjadi bukti bahwa silaturahmi dan keakraban dapat terjalin lintas usia dan latar belakang. Kehadiran Dewi Soekarno di ajang internasional sekelas Festival Film Cannes juga menunjukkan eksistensinya yang tetap terjaga di dunia hiburan dan sosialita global.
Dewi Soekarno, janda dari Presiden Soekarno, adalah sosok wanita yang penuh dengan sejarah dan kisah hidup yang menarik. Dari masa mudanya di Jepang, pernikahannya dengan salah satu tokoh paling berpengaruh di Indonesia, hingga kehidupannya di Eropa dan kembali ke Jepang, setiap fasenya diwarnai dengan berbagai peristiwa.
Pertemuannya dengan Syahrini di Festival Film Cannes 2025 sekali lagi menempatkannya di pusat perhatian, mengingatkan publik akan sosoknya yang karismatik dan tak lekang oleh waktu. Kontroversi yang pernah mengiringi kehidupannya pun menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang Ratna Sari Dewi Soekarno. (Sumber:Suara.com)
Sumber : Dewi Soekarno di Cannes 2025 Curi Perhatian: Tetap Cantik di Usia 85 Tahun
Leave a comment