Backburner Relationship: Hubungan Toxic Kekinian yang Mengancam Komitmen

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Di era modern ini, istilah-istilah baru dalam dinamika hubungan percintaan terus bermunculan. Salah satu yang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan generasi muda adalah backburner relationship.

Istilah ini merujuk pada sebuah pola hubungan yang toxic dan berpotensi merusak komitmen dengan pasangan saat ini.

Menyadur dari laman Marriage.com, backburner adalah situasi di mana seseorang tetap menjalin komunikasi dengan individu spesial dari masa lalu, seperti mantan kekasih, padahal sudah memiliki pacar saat ini. Motivasi di balik tindakan ini adalah sebagai langkah antisipasi atau “rencana cadangan” jika hubungan yang sedang dijalani dengan pacar tidak berjalan sesuai harapan atau berakhir kandas.

Psikologi di Balik Backburner Relationship

Menurut pandangan psikolog, fenomena backburner relationship seringkali berakar dari kesulitan seseorang untuk benar-benar melepaskan diri dari ikatan masa lalu. Kedekatan emosional dengan mantan tetap dipertahankan, bahkan ketika sudah membangun komitmen dengan orang baru.

Penelitian dan studi hubungan pada tahun 2014 secara formal mendefinisikan pola hubungan ini sebagai “backburner relationship“. Perlu digarisbawahi bahwa menjaga hubungan baik dengan mantan atau seseorang dari masa lalu bukanlah hal yang salah jika Anda masih sendiri.

Namun, situasinya menjadi problematik ketika Anda sudah memiliki kekasih. Terlebih lagi jika Anda sampai memikirkan kemungkinan untuk kembali menjalin hubungan romantis dengan mantan, atau menjadikan mereka sebagai pilihan “cadangan” ketika seharusnya Anda sudah berkomitmen secara eksklusif dengan pasangan saat ini.

Psikologi di balik backburner relationship sering kali mencerminkan prinsip “tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang”. Ketika Anda sedang menjalin hubungan, namun tetap aktif berkomunikasi secara intens dengan mantan atau seseorang yang Anda taksir, tindakan ini secara tidak langsung menegaskan bahwa Anda membuka berbagai pilihan dan tidak sepenuhnya fokus pada hubungan yang sedang berjalan.

Penting untuk membedakan antara sekadar menjaga kontak biasa dengan mantan dan terus-menerus terlibat dalam komunikasi yang intens dan berpotensi romantis. Anda mungkin adalah pelaku backburner jika Anda memanfaatkan mantan untuk menghindari koneksi emosional yang mendalam dengan pasangan saat ini.

Ketika Anda “mengesampingkan” pacar dan menjadikannya sebagai “cadangan”, secara tidak langsung Anda tidak berkomitmen secara eksklusif kepada mereka. Anda melihat mereka sebagai hubungan potensial untuk dijadikan sandaran, bukan sebagai prioritas utama.

Fenomena Backburner Relationship Lebih Umum dari yang Dibayangkan

Faktanya, backburner relationship adalah fenomena yang cukup sering terjadi, bahkan mungkin lebih sering dari yang Anda bayangkan. Sebuah studi pada tahun 2021 yang melibatkan 300 orang dewasa yang sedang terlibat dalam hubungan jangka panjang justru menemukan bahwa banyak dari mereka memiliki hubungan backburner dengan orang lain.

Baca Juga: Makin Go Public, Ari Lasso Gercep Komentari Unggahan Dearly Djoshua di Instagram

Situasi ini tentu saja dapat menimbulkan perasaan dikhianati bagi pasangan yang menganggap hubungan tersebut serius dan eksklusif. Apalagi ketika mereka sudah yakin bahwa Anda adalah belahan jiwa mereka. Bukan tidak mungkin, tindakan backburner justru akan menghancurkan hubungan Anda dengan pasangan saat ini secara menyakitkan. Lantas, bagaimana cara mengatasi situasi ini?

Cara Menghadapi dan Mengatasi Backburner Relationship

Jika Anda menjadi korban backburner relationship, penting untuk segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara keluar dari hubungan backburner pasangan Anda, atau bahkan bagaimana cara mengakhiri hubungan yang terasa tidak sehat ini.

Meskipun demikian, penting untuk mengetahui cara menghadapi backburner relationship dengan tepat demi mencapai hasil yang terbaik. Berikut adalah beberapa cara yang sebaiknya Anda terapkan:

  1. Jangan Takut untuk Menghadapi Pasangan: Cara terbaik untuk menghadapi backburner relationship bukanlah dengan diam atau terus berpura-pura tidak tahu. Banyak orang bertahan karena takut untuk berbicara. Lawan rasa takut Anda dan bicaralah sesegera mungkin.
  2. Diskusikan dengan Pasangan: Hadapi pasangan Anda dan ungkapkan perasaan Anda secara jujur. Soroti setiap tanda dan perilaku yang mengarah pada kesimpulan Anda. Dukung pernyataan Anda dengan bukti-bukti yang tidak dapat mereka sangkal.
  3. Jangan Emosional: Meskipun Anda mungkin sangat marah atau sakit hati, usahakan untuk tetap tenang selama konfrontasi. Berteriak atau membentak justru dapat menghalangi Anda untuk menyampaikan pesan dengan efektif.
  4. Jangan Mengharapkan Keajaiban: Untuk menghindari kekecewaan yang lebih dalam, jangan berharap pasangan Anda akan memberikan alasan yang logis atau bertanggung jawab atas tindakan mereka. Backburner relationship sering kali merupakan tindakan yang disengaja dan telah berlangsung lama. Kemungkinan besar, pasangan Anda akan bersikap defensif dan mencari-cari alasan. Terimalah respons mereka dengan lapang dada agar Anda dapat mengambil langkah selanjutnya dengan lebih jernih.
  5. Pertimbangkan Konseling Hubungan: Jika Anda merasa kesulitan untuk mengambil keputusan atau tidak ingin bertindak terburu-buru, pertimbangkan untuk menjalani konseling hubungan. Terapis profesional dapat membantu Anda memahami situasi dengan lebih baik, memberikan perspektif yang objektif, dan menawarkan solusi terkait masalah backburner relationship.

Memahami backburner relationship adalah langkah awal untuk melindungi diri Anda dari hubungan yang tidak sehat dan membangun komitmen yang tulus dengan pasangan.

Jangan ragu untuk mengambil tindakan jika Anda merasa menjadi korban dari fenomena toxic ini. (Sumber:Suara.com)

 

Sumber : Backburner Relationship: Hubungan Toxic Kekinian yang Mengancam Komitmen

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started