1TULAH.COM-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Indonesia akan menghentikan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Singapura. Kebijakan ini merupakan respons terhadap tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Indonesia. Sebagai langkah balasan, Indonesia berencana mengalihkan impor BBM ke AS.
“Bukan kata mungkin lagi nih, sudah hampir pasti, kita akan mengambil minyak dari negara lain yang bukan dari negara itu (Singapura). (Impor dialihkan) salah satu di antaranya AS,” ujar Menteri Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/5/2025).
Menurut Menteri Bahlil, pengalihan impor BBM ini juga menjadi bagian dari tawaran Indonesia saat melakukan negosiasi dengan pemerintah AS. Indonesia memiliki perjanjian dengan AS yang salah satunya mencakup pembelian sejumlah produk dari Negeri Paman Sam, termasuk BBM, minyak mentah, dan LPG.
Dilakukan Bertahap Sambil Benahi Infrastruktur
Rencananya, kebijakan impor BBM dari AS ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Jangka waktu ini diberikan sambil menunggu PT Pertamina (Persero) menyelesaikan pembangunan dermaga yang mampu menampung kapal-kapal pengangkut muatan besar.
“6 bulan, sekarang kan Pertamina lagi membangun dermaga-dermaga yang bisa (memuat) kapal impor yang besar, karena kalau dari Singapura kan kapalnya yang kecil-kecil. Itu juga salah satu alasan,” jelas Bahlil.
Pembangunan dermaga yang lebih besar ini bertujuan agar pengiriman BBM dalam jumlah besar dapat dilakukan sekaligus, sehingga lebih efisien. “Jadi kita membangun yang besar supaya satu kali angkut gak ada masalah. Maka pelabuhan yang diperbesar dan kedalamannya harus dijaga,” sambungnya.
Meskipun demikian, Menteri Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tidak akan langsung menghentikan seluruh impor BBM dari Singapura. Pengurangan impor akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai batas kuota yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Bertahap ya. Tahap sekarang mungkin bisa 50-60 persen, dan mungkin suatu saat akan nol,” beber Bahlil.
Masih dalam Tahap Perhitungan dan Koordinasi
Sebelumnya, pemerintah Indonesia memang belum mengambil keputusan final terkait rencana impor energi dari AS sebagai respons terhadap tarif resiprokal Trump. Menteri Bahlil menambahkan bahwa tim dari Kementerian ESDM saat ini masih melakukan pembahasan intensif dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mematangkan rencana impor LPG dan BBM dari AS.
“Dan karena belum ada satu keputusan yang pasti tentang poin-poin mana saja yang akan disepakati. Maka kami sampai dengan sekarang belum melakukan eskalasi terhadap impor tambahan,” ungkap Bahlil.
Berdasarkan data yang ada, impor LPG Indonesia dari AS sudah cukup signifikan, mencapai 59 persen. Namun, impor minyak mentah dari AS masih relatif kecil, sekitar 6-7 persen. Menteri Bahlil menyatakan bahwa peningkatan impor minyak mentah dari AS akan menjadi fokus setelah adanya keputusan bersama.
“Nah itu yang kita akan tingkatkan nanti setelah ada keputusan bersama,” ucapnya.
Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM masih dalam tahap perhitungan nilai dan kuota impor energi yang akan dialihkan dari Singapura ke AS. Sayangnya, Bahlil tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapan perhitungan tersebut akan selesai.
“Kita lagi menghitung agar data tunggalnya itu bisa segera selesai. Tapi kelihatannya sudah hampir selesai. Kita tunggu waktunya aja,” imbuh Bahlil. (Sumber:Suara.com)
Sumber : Indonesia Stop Impor BBM dari Singapura, Alihkan ke Amerika Serikat
Leave a comment