The Penguin Dance Viral di TikTok Saat Lebaran Jadi Kontroversi, Ini Kata Maia Estianty!

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Momen Hari Raya Idul Fitri tahun ini diramaikan dengan munculnya tren tarian unik di media sosial, terutama TikTok.

Tarian yang dikenal dengan nama “The Penguin Dance” ini menjadi viral karena kerap digunakan sebagai latar belakang video bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, popularitas tarian ini justru memicu kontroversi di kalangan warganet.

Gerakan Lucu The Penguin Dance dan Kontroversi Kemiripan dengan Tarian Hora

The Penguin Dance sendiri memiliki gerakan yang cukup sederhana namun menarik perhatian. Para penari melakukan lompatan maju dan mundur secara berulang, disertai dengan gerakan kaki yang serempak. Iringan musik yang ceria semakin menambah daya tarik tarian ini, menjadikannya favorit untuk memeriahkan suasana Lebaran.

Sayangnya, di tengah euforia tren ini, muncul perdebatan mengenai kemiripan gerakan The Penguin Dance dengan tarian tradisional Hora yang berasal dari bangsa Yahudi.

Beberapa warganet menilai adanya kesamaan gerakan melingkar dan hentakan kaki, sehingga menimbulkan pertanyaan dan bahkan kritik terkait penggunaan tarian ini, terutama di momen perayaan keagamaan.

Maia Estianty Ungkap Asal Usul Sebenarnya The Penguin Dance

Menanggapi kontroversi yang berkembang, musisi dan pengusaha Maia Estianty turut memberikan pandangannya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (4/4/2025), istri Irwan Mussry ini meluruskan informasi mengenai asal usul tarian yang sedang viral tersebut.

Maia menjelaskan bahwa tarian yang populer di TikTok sebagai The Penguin Dance ini sebenarnya berasal dari Finlandia. Ia menyebutkan nama asli tarian tersebut adalah “Jatkan Letka”.

“Tarian yang lagi trend ternyata dari sini asalnya Finlandia,” tulis Maia dalam unggahannya sambil menyertakan informasi detail mengenai Jatkan Letka.

Mengenal Jatkan Letka, Tarian Rakyat Finlandia yang Ceria

Lebih lanjut, ibu tiga anak ini menjelaskan bahwa Jatkan Letka merupakan tarian rakyat tradisional Finlandia yang biasanya ditampilkan dalam formasi berbaris atau berpasangan. Tarian ini memiliki ciri khas gerakan yang ceria dan ritmis, serta sering diiringi oleh musik folk Finlandia yang khas.

Nama “Jatkan” sendiri merujuk pada pekerja hutan atau penebang kayu (lumberjack) di Finlandia, sehingga tarian ini sering dikaitkan dengan budaya para pekerja hutan tersebut. Sementara itu, “Letka” berarti barisan atau rangkaian, menggambarkan bagaimana para penari bergerak dalam pola yang teratur.

Maia menambahkan bahwa Jatkan Letka seringkali ditampilkan dalam berbagai acara tradisional maupun festival budaya di Finlandia dan negara-negara Nordik lainnya.

Reaksi Warganet Terhadap Penjelasan Maia Estianty

Unggahan Maia Estianty ini sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar memberikan apresiasi atas informasi yang dibagikan dan merasa lega mengetahui asal usul tarian tersebut bukan dari budaya yang diperdebatkan.

Namun, tak sedikit pula yang tetap memiliki pandangan berbeda. Beberapa warganet berpendapat bahwa terlepas dari asal usulnya, aktivitas berjoget bagi sebagian muslimah tetap dianggap kurang sesuai dengan nilai-nilai agama.

Berikut beberapa komentar warganet:

  • “@wiex***: Intinya tetap wanita muslimah yang paham agama tidak berjoget-joget titik.”
  • “@yoes**: Saya ngajar olahraga juga pakai gerakan ini sejak dulu, pakai tambahan alat cone.”
  • “@whites***: Menurutku ini tarian seperti pada umumnya, bukan merujuk pada agama tertentu.”
  • “@byah***: Tetap saja lebih baik perbaiki gerakan sholat ya bunda daripada harus menghafal tarian yang gak dimintai pertanggungjawabannya di akhirat.”

Sekilas Tentang Tarian Hora Yahudi

Untuk memberikan konteks yang lebih jelas, tarian Hora memang merupakan bagian penting dari budaya rakyat Israel. Tarian ini seringkali ditampilkan dalam acara-acara perayaan, terutama pernikahan, di mana para tamu mengangkat kedua mempelai di kursi sambil menari melingkar.

Tarian Hora memiliki akar sejarah dalam upaya menciptakan identitas budaya yang kuat bagi masyarakat Yahudi, terutama setelah berdirinya negara Israel pada tahun 1948.

Para koreografer Israel pada masa itu menggabungkan berbagai elemen dari tradisi yang berbeda untuk menciptakan tarian rakyat khas Israel, termasuk Hora. Tarian ini juga memiliki peran dalam acara keagamaan dan perayaan Yahudi lainnya.

Fenomena The Penguin Dance yang viral di momen Lebaran ini menjadi contoh bagaimana tren di media sosial dapat memicu perdebatan dan diskusi. Penjelasan dari Maia Estianty mengenai asal usul tarian sebagai Jatkan Letka dari Finlandia diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman dan memberikan perspektif baru bagi masyarakat.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, penting untuk mencari informasi yang akurat dan bijak dalam menyikapi berbagai fenomena budaya yang muncul di era digital ini. (Sumber:Suara.com)

 

Sumber : The Penguin Dance Viral di TikTok Saat Lebaran Jadi Kontroversi, Ini Kata Maia Estianty!

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started