Menyambut Idul Fitri dengan Pakaian Terbaik: Sunah dan Makna Mendalam

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Idul Fitri bukan hanya tentang merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga tentang memuliakan hari raya dengan penampilan terbaik. Salah satu tradisi yang dianjurkan dalam Islam adalah mengenakan pakaian bersih, berhias, dan memakai wangi-wangian saat merayakan Idul Fitri.

Adab dan Sunah Rasulullah SAW

Berpenampilan rapi dan bersih saat salat Id bukan sekadar soal estetika, melainkan wujud penghormatan terhadap hari kemenangan. Hal ini juga mencerminkan suka cita dan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.

Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dalam hal ini. Dalam riwayat Imam Asy-Syafi’i, disebutkan bahwa Nabi SAW selalu memakai burda (pakaian bergaris buatan Yaman) setiap Idul Fitri. Selain itu, Rasulullah SAW juga memerintahkan umatnya untuk tampil sebaik mungkin pada hari raya, seperti yang diriwayatkan oleh Al-Hakim:

“Diriwayatkan dari Zaid bin al-Hasan bin Ali dari ayahnya, ia mengatakan: kami diperintahkan oleh Rasulullah SAW pada dua hari raya untuk memakai pakaian kami terbaik yang ada, memakai wangi-wangian terbaik yang ada…” (HR. Al-Hakim).

Makna di Balik Berhias

Berhias saat Idul Fitri bukan hanya urusan lahiriah, tetapi juga cerminan hati yang bersih dan jiwa yang gembira. Ketika kita mengenakan pakaian terbaik dan wangi-wangian, kita tidak hanya memuliakan hari raya, tetapi juga menunjukkan rasa hormat kepada Allah SWT dan sesama.

Penetapan 1 Syawal 1446 H

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Sabtu, 29 Maret 2025, untuk menetapkan awal Syawal.

Perbedaan Metode Penetapan

Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat dalam menetapkan awal Syawal, mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004. Di sisi lain, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1446 H berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal.

Peralihan ke Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)

Mulai tahun 1447 H, Muhammadiyah akan beralih ke Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini menyatukan penetapan awal bulan Hijriah di seluruh dunia, diharapkan membawa kesatuan umat Islam dalam aspek waktu dan ibadah.

Menyambut Idul Fitri dengan berpenampilan rapi dan bersih adalah bagian dari sunah Rasulullah SAW. Selain itu, penetapan 1 Syawal 1446 H oleh Muhammadiyah dan pemerintah menunjukkan adanya perbedaan metode dalam penentuan awal bulan Hijriah. (Sumber:Suara.com)

 

Sumber : Menyambut Idul Fitri dengan Pakaian Terbaik: Sunah dan Makna Mendalam

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started