1TULAH.COM-Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah terus menunjukkan perkembangan signifikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa kurikulum yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat memiliki sedikit perbedaan dibandingkan kurikulum sekolah reguler.
Perbedaan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas lebih besar bagi para siswa.
Kurikulum Multi-Entry dan Multi-Exit
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kurikulum Sekolah Rakyat akan menggunakan model multi-entry dan multi-exit. Artinya, siswa dapat masuk ke sekolah tidak harus pada awal tahun ajaran, melainkan secara bergelombang. Selain itu, siswa juga dapat keluar dari program sekolah sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Jadi anak-anak ini itu tidak harus masuk pada tahun ajaran yang sama, mereka bisa masuk secara bergelombang, tidak harus bersamaan,” ujar Mu’ti.
Namun, ia memastikan bahwa setelah siswa masuk, mereka akan ditempatkan di asrama dan langsung memulai pembelajaran. Meskipun fleksibel, kurikulum ini tetap akan memberikan pendidikan yang setara dengan sekolah reguler.
“Jadi tidak sama persis dengan kurikulum yang ada di sekolah yang formal. Jadi nanti sekolahnya formal, tapi kita rancang dengan kurikulum yang tersendiri,” tambah Mu’ti.
Opsi Guru dan Persiapan Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan bahwa ada dua opsi untuk penempatan guru di Sekolah Rakyat, yaitu melalui penugasan ASN atau guru bersertifikat pendidikan profesi guru.
“Dua opsi itu yang masih dimatangkan,” kata Gus Ipul.
Saat ini, persiapan Sekolah Rakyat sudah mencapai tahap final dengan 53 unit sekolah siap beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026. Sebanyak 82 unit lainnya masih dalam tahap asesmen bangunan dan lahan. Pemerintah juga berencana melibatkan pihak swasta dalam pembangunan sarana dan prasarana.
Fokus pada Pendidikan Berkualitas
Meskipun memiliki kurikulum yang fleksibel, pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi siswa Sekolah Rakyat. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa siswa akan mendapatkan pendidikan yang setara dengan sekolah reguler.
“Tapi prinsipnya begitu mereka sudah masuk, mereka diasramakan dan sudah bisa dimulai pembelajaran,” jelasnya.
Dengan pendekatan ini, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi alternatif pendidikan yang efektif dan berkualitas bagi masyarakat. (Sumber:Suara.com)
Sumber : Sekolah Rakyat 2025: Kurikulum Berbeda, Siswa Bisa Masuk Kapan Saja!
Leave a comment