1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan pangan demi mencapai kemandirian pangan nasional.
Langkah konkret diambil di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan menaikkan harga pembelian gabah kering panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan ini merupakan respons terhadap kebutuhan petani dan upaya untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat nasional.
Keterlibatan TNI-Polri dalam Pengawasan
Untuk memastikan implementasi harga beli gabah yang baru, Perum Bulog menggandeng TNI dan Polri. Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, menjelaskan bahwa Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan serta Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dilibatkan dalam proses ini.
“Kami telah mengimbau bahwa Bulog tidak bekerja sendiri. Kami bekerja sama dengan penyuluh pertanian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan pendampingan hingga gabah sampai ke Bulog,” jelas Marga saat memantau panen raya di Klaten, Jawa Tengah.
Senada dengan hal itu, Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Fadillah Rachmawati, meyakini bahwa keterlibatan TNI-Polri akan mengoptimalkan program ini. Babinsa, yang telah mendampingi petani sejak awal penanaman, memiliki pengetahuan mendalam tentang lokasi panen gabah.
Target dan Mekanisme Serapan Gabah di Surakarta
Perum Bulog Surakarta menargetkan serapan gabah hingga April 2025 mencapai sekitar 28.000 ton setara beras. Target ini mencakup tujuh wilayah kerja di Solo Raya, termasuk Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.
Wakil Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Dicky Yusfarino, menjelaskan dua metode utama pembelian GKP:
- Skema jemput bola: Bulog aktif menyerap gabah langsung dari petani.
- Kerja sama dengan mitra maklon: Melibatkan pihak ketiga dalam pengadaan.
“Total GKP yang sudah kami beli mencapai sekitar 5.000 ton,” ungkap Dicky.
Optimasi Pengeringan Gabah dengan Teknologi Modern
Bulog Surakarta mengandalkan kapasitas pengeringan yang mumpuni, mampu mengeringkan sekitar 600 ton gabah per hari. Sebanyak 120 ton di antaranya diproses di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen. Mereka menggunakan teknologi dryer terbaru yang dapat mengeringkan gabah dalam 24-48 jam.
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Bulog Surakarta aktif berkoordinasi dengan mitra dan rekanan strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengeringan gabah dan mengoptimalkan penyerapan beras. (Sumber:Suara.com)
Sumber : Pemerintah Libatkan TNI-Polri Kawal Serapan Gabah: Harga Baru Rp6.500/Kg untuk Petani
Leave a comment