Wahyu Terima Suap dari Harun Masiku, Ngaku Tak Tahu Sumber Uang dari Sekjen PDIP Hasto

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM – Wahyu Setiawan, mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku tak mengetahui jika uang suap yang diterimanya dari Harun Masiku berasal dari Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Hal itu disampaikan Wahyu setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pada pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dan perintangan penyidikan yang menyeret Hasto sebagai tersangka.

“Lah saya kan tidak tau sumbernya darimana,” kata Wahyu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2025).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Wahyu ke luar dari Gedung Merah Putih KPK sekira pukul 18.31 WIB usai diperiksa penyidik selama kurang lebih 6 jam.

Seperti yang diketahui, KPK menetapkan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pada pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI yang juga menyeret Harun Masiku.

“Penyidik menemukan adanya bukti keterlibatan saudara HK (Hasto Kristiyanto) yang bersangkutan sebagai Sekjen PDIP Perjuangan,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2024).

Ia menjelaskan jika Hasto bersama-sama dengan Harun Masiku melakukan suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Periode 2017-2022 Wahyu Setiawan.

Setyo mengatakan penetapan Hasto sebagai tersangka ini didasari oleh surat perintah penyidikan (sprindik) nomor Sprin.Dik/153/DIK.00/01/12/2024 tertanggal 23 Desember 2024.

Di lain sisi, Hasto juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perintangan penyidikan oleh KPK dalam surat perintah penyidikan (sprindik) yang terpisah.

Dijelaskan oleh Setyo bahwa Hasto memerintahkan Harun Masiku untuk merendam ponselnya di air dan melarikan diri saat KPK melakukan operasi tangkap tangan.

“Bahwa pada tanggal 8 Januari 2020 pada saat proses tangkap tangan KPK, HK memerintahkan Nur Hasan penjaga rumah aspirasi di Jalan Sutan Syahrir Nomor 12 A yang biasa digunakan sebagai kantor oleh HK untuk menelepon Harun Masiku supaya meredam Handphone-nya dalam air dan segera melarikan diri,” kata Setyo.

Lalu, pada 6 Juni 2024 sebelum Hasto diperiksa sebagai saksi oleh KPK, Ia memerintahkan staf pribadinya, Kusnadi untuk menenggelamkan ponsel agar tak ditemukan KPK.

Hasto kemudian memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus Harun Masiku pada 10 Juni 2024.

“HK mengumpulkan beberapa saksi terkait dengan perkara Harun Masiku dan mengarahkan agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya,” ujar Setyo.

Untuk itu, lanjutnya, KPK menerbitkan sprindik nomor Sprin.Dik/152/DIK.00/01/12/2024 pada Senin, 23 Desember 2024 tentang penetapan Hasto sebagai tersangka kasus dugaan perintangan penyidikan.

Sumber : Wahyu Terima Suap dari Harun Masiku, Ngaku Tak Tahu Sumber Uang dari Sekjen PDIP Hasto

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started