1TULAH.COM-Kasus dugaan pemerasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) Malaysia saat acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 terus bergulir. Tidak hanya 18 oknum polisi yang menjadi tersangka, namun Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) mendesak agar atasan para oknum tersebut juga turut diperiksa.
Bambang Rukminto, pengamat kepolisian dari ISESS, menyatakan bahwa melibatkan banyaknya anggota kepolisian dalam kasus ini mengindikasikan adanya struktur organisasi yang lebih besar di balik aksi pemerasan tersebut.
“Oknum 18 orang itu tak bisa disebut oknum lagi, tapi kelompok dan lazimnya sebuah kelompok pasti ada yang memimpin,” tegas Bambang.
Bambang juga menyoroti kemungkinan keterlibatan pimpinan seperti Direktur Reserse Narkoba dalam kasus ini. “Apakah ada keterlibatan Dirresnarkoba atau tidak? Tentu perlu penyelidikan lebih dalam dan transparan,” ujarnya.
Menurut Bambang, jika para pimpinan tidak diperiksa, maka akan muncul asumsi di masyarakat bahwa mereka menerima setoran dari bawahannya. Hal ini tentu saja akan merusak citra institusi kepolisian.
Menpar Sesalkan Kejadian
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana telah menyampaikan penyesalannya atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut sangat merusak citra pariwisata Indonesia.
Kasus ini tentunya memberikan dampak negatif bagi citra pariwisata Indonesia. WNA yang menjadi korban merasa tidak aman dan khawatir akan kembali terjadi peristiwa serupa. Hal ini dapat menghambat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Masyarakat berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan semua pihak yang terlibat diberikan sanksi yang setimpal. Selain itu, masyarakat juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. (Sumber:Suara.com)
Sumber : Kasus Pemerasan di DWP: ISESS Desak Atasan Oknum Polisi Diperiksa
Leave a comment