1TULAH.COM-Rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada pekan ini, dengan nilai tukar mencapai Rp 16.285 per dolar AS. Kondisi ini semakin diperparah dengan keluarnya modal asing sebesar Rp 8,81 triliun selama sepekan terakhir.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam siaran persnya mengungkapkan bahwa penjualan neto asing terjadi di berbagai instrumen pasar keuangan, termasuk saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“Berdasarkan data transaksi 16-19 Desember 2024, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 8,81 triliun,” ujar Ramdan.
Penyebab Pelemahan Rupiah
Beberapa faktor yang diperkirakan menjadi penyebab pelemahan rupiah antara lain:
- Peningkatan suku bunga acuan di negara maju: Kenaikan suku bunga di negara-negara maju cenderung menarik aliran modal asing kembali ke negara asal.
- Ketidakpastian global: Kondisi geopolitik yang masih bergejolak dan ketidakpastian ekonomi global dapat memicu investor menjadi lebih risk-averse dan memilih aset yang dianggap lebih aman.
- Tekanan inflasi: Tekanan inflasi yang masih tinggi dapat menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memperkuat mata uang negara tersebut dan melemahkan mata uang negara lain.
Langkah-Langkah Bank Indonesia
Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan antara lain:
- Koordinasi dengan pemerintah: Bank Indonesia terus menjalin koordinasi yang erat dengan pemerintah untuk menyusun kebijakan yang komprehensif dalam menjaga stabilitas makroekonomi.
- Optimalisasi bauran kebijakan: Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, fiskal, dan makroprudensial untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi.
- Penguatan koordinasi dengan otoritas terkait: Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Ke depan, pergerakan nilai tukar rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan domestik. Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (Sumber:Suara.com)
Sumber : Rupiah Terus Melemah, BI Catat Kapital Asing Keluar Rp 8,81 Triliun
Leave a comment