1tulah.com, PARINGIN – Tinggal 2 hari sebelum memasuki masa tenang Pilkada 2024 dimulai pada 24 November, spanduk ajakan mencoblos kotak kosong muncul di Desa Binjai Punggal, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalsel.
Kemunculan spanduk yang dipasang di salah satu rumah penduduk setempat itu langsung menjadi perbincangan hangat.
Karena seperti diketahui Pilkada Balangan kali ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon saja, yakni Abdul Hadi dan Akhmad Fauzi (A2), yang berhadapan dengan pilihan kolom kosong di surat suara atau kotak kosong.
Menanggapi hal itu, Ketua Tim Kampanye Paslon berjargon A2, Muhammad Nur Iswan, mengatakan bahwa keberadaan spanduk tersebut sah-sah saja, bila ada yang mengkampanyekan kotak kosong, dan ini hal wajar dalam demokrasi.
“Ini adalah hak masyarakat untuk menyuarakan pendapat, jadi kami tidak mempersoalkan keberadaannya,” ujar Nur Iswan, Kamis, 21 November 2024.
Tidak dipungkiri ia juga mengungkapkan rasa kekecewaannya, terkait waktu kemunculan spanduk yang dianggap kurang tepat.
“Yang kami sayangkan, spanduk ini kenapa muncul menjelang masa tenang, sehingga tidak ada waktu bagi kami untuk berdialog atau memberikan klarifikasi lebih jauh,” beber Ketua Tim Kampanye Paslon A2 yang akrab disapa Iswan.
Iswan juga menegaskan bahwa, paslon A2 sejak awal mendukung demokrasi yang terbuka. Hal ini dibuktikan dengan langkah mereka untuk tidak memborong semua dukungan partai politik di Balangan.
“Kami ingin masyarakat benar-benar memiliki ruang untuk menentukan pilihan mereka, termasuk jika mereka memilih kotak kosong,” tandasnya.
Sementara itu, secara terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Balangan, Akhmad Turjani, menegaskan bahwa kampanye untuk kotak kosong adalah sah menurut aturan, meski tidak difasilitasi oleh KPU.
Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Balangan telah turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi keberadaan spanduk tersebut.
Tidak ingin memperkeruh suasana. Menjelang hari pencoblosan pada 27 November, tim pemenangan A2 lebih memilih memanfaatkan waktu untuk memperkuat koordinasi di tingkat kecamatan. Iswan menambahkan, mereka telah menghentikan kegiatan kampanye terbuka sesuai aturan masa tenang.
Pilkada Balangan 2024 yang hanya menghadirkan satu pasangan calon menjadi ujian unik bagi proses demokrasi di kabupaten yang berjuluk Bumi Sanggam. Dengan pilihan antara paslon A2 atau kotak kosong, suara rakyat akan menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan.
Penulis: Windi Hidayat
Editor: Aprie
Leave a comment