Jurnalis Jadi Garda Depan Lawan Judi Online, AJK 2024 Apresiasi Kontribusi Media

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Meutya Hafid, menekankan pentingnya peran media massa dalam memerangi maraknya judi online di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam puncak acara Anugerah Jurnalis Komdigi (AJK) 2024 yang digelar di Jakarta pada Selasa, 20 November 2024.

Meutya mengungkapkan bahwa judi online bukan hanya masalah sosial dan ekonomi, tetapi juga menjadi tantangan besar dalam pemerataan infrastruktur digital. “Peran jurnalis sangat krusial dalam melawan judi online. Dengan jangkauan yang luas, media dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak buruk dari judi online,” ujarnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Media

Pemerintah, khususnya Kementerian Kominfo, telah menjadikan pemberantasan judi online sebagai salah satu program prioritas. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Meutya pun mengapresiasi peran media yang telah aktif memberitakan tentang bahaya judi online.

“Berkat partisipasi aktif media, masyarakat semakin sadar akan dampak negatif judi online. Ini adalah langkah penting dalam upaya kita bersama untuk memberantas praktik perjudian online yang merugikan banyak orang,” tambah Meutya.

AJK 2024 Apresiasi Karya Jurnalis

AJK 2024 menjadi ajang apresiasi bagi para jurnalis yang telah berkontribusi dalam pemberitaan tentang judi online. Dalam ajang ini, diberikan penghargaan kepada pemenang dalam lima kategori berbeda.

Adapun AJK 2024 memberikan penghargaan kepada pemenang dalam lima kategori dengan rincian sebagai berikut:

Penghargaan kategori Liputan Media Online

Juara 1: Agustina Purwanti dari Kompas.id dengan karya “Judi Online dan Kemiskinan, Ekses Digitalisasi Teknologi yang Mengancam Perekonomian”

Juara 2: Hedi dari Kumparan dengan karya “Derita WNI Diperbudak Industri Judi Online di Kamboja dan Myanmar”

Juara 3: Aditya Jaya Iswara dari Kompas.com dengan karya “Kerja Sama Berantas Judi Online dari Keluarga hingga Negara”

Penghargaan kategori Liputan Media Cetak

Juara 1: Ahmad Faiz Ibnu Sani dari Tempo dengan karya “Taruhan Nyawa Operator Judi”

Juara 2: Aditya Diveranta dari Harian Kompas dengan karya “WNI Kendalikan Judi Daring dari Kamboja”

Juara 3: Mohamad Nur Khotib dari Harian Disway dengan karya “Indonesia Darurat Judi Online (1) Pelaku Tak Melulu Orang Miskin, Bansos Bukan Solusi”

Penghargaan kategori Liputan Media TV

Juara 1: A Idoaputra A. Sitompul dari SCTV dengan karya “Judi Online: Bandar Cuan, Pejudi Rungkad”

Juara 2: Ikram Surpriadi dan Brian Djabli dari Kompas TV dengan karya “Jerat Candu Judi Online”

Juara 3: Dian Widaningtyas dan Priyuda Anangga Dipa dengan karya “Sinergi Selamatkan Anak Bangsa Dari Judi Online”

Penghargaan kategori Liputan Radio

Juara 1: Taufik dari RRI Sintang dengan karya “Jebakan Maut Judi Online”

Juara 2: Charnila Kandi dari RRI Makassar dengan karya “Jeratan Judi Online Bagi Anak Melalui Game Online”

Juara 3: Remon Fauzi dari Radio Elshinta dengan karya “Judi Online dan Anak-anak: Ancaman Nyata di Balik Era Digital”

Penghargaan kategori Liputan Foto Jurnalistik

Juara 1: Sukirman dari Sindonews.com dengan karya “Edukasi Siswa SD untuk Mencegah Jeratan Judi Online di Era Digital”

Juara 2: Dwi Pambudi dari RM.id dengan karya “RSMM Bogor Layani Penanganan Kecanduan Judi Online”

Juara 3: Hilman Fathurrahman Wicaksana dari hukumonline.com dengan karya “Kemenkominfo Terus Aktif Awasi Konten Tak Patut di Platform Digital”

Penghargaan kategori Special Awarding

Livia Kristianti dari LKBN Antara (Antaranews.com)

Kerja sama antara pemerintah dan media sangat penting dalam upaya memberantas judi online. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan bahaya judi online, diharapkan praktik perjudian online dapat ditekan dan generasi muda dapat terhindar dari dampak negatifnya. (Sumber:Suara.com)

Sumber : Jurnalis Jadi Garda Depan Lawan Judi Online, AJK 2024 Apresiasi Kontribusi Media

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started