1TULAH.COM-Aksi demonstrasi damai yang digelar oleh masyarakat Nabire pada Jumat (15/11/2024) untuk menolak program transmigrasi berujung ricuh. Massa aksi yang menuntut hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dihadapkan dengan tindakan kekerasan dari aparat kepolisian.
Ketua KNPB Sekomo Nabire, Shon Adii, mengungkapkan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan bertujuan untuk menolak program transmigrasi lokal dan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Namun, aksi damai tersebut justru dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian.
“Aparat secara sewenang-wenang menangkap 14 peserta aksi di berbagai titik,” ujar Shon Adii. Tidak hanya itu, para demonstran juga mengalami tindak kekerasan fisik seperti pemukulan. Akibatnya, banyak di antara mereka yang mengalami luka-luka.
Shon Adii mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. “Ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada 15 Agustus 2024, aksi protes terkait perjanjian New York Agreement juga berakhir ricuh dengan tindakan kekerasan yang sama,” ungkapnya.
KNPB mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus kekerasan terhadap demonstran damai di Nabire. Mereka juga meminta agar aparat yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut diproses secara hukum.(Sumber:Suara.com)
Sumber : Bentrok di Nabire! Demo Damai Tolak Transmigrasi Berakhir Ricuh
Leave a comment