1TULAH.COM-Legislator DPRD Kalimantan Tengah, Hj.Siti Nafsiah, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, keluarga adalah fondasi utama dalam menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi muda.
“Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam mentransfer nilai-nilai budaya kepada generasi penerus agar tidak kehilangan akar budayanya,” ungkap Siti Nafsiah, Minggu (6/10/2024).
Siti Nafsiah menyoroti pentingnya pendidikan budaya sejak dini. “Anak-anak harus dikenalkan pada tradisi, adat istiadat, bahasa daerah, tarian, musik tradisional, dan cerita rakyat sejak usia dini. Ini akan menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya sendiri,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan budaya tidak hanya sebatas teori, tetapi juga harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari. “Orang tua bisa mengajarkan budaya melalui dongeng sebelum tidur, mengajak anak-anak mengikuti upacara adat, atau memasak makanan tradisional bersama,” ujar Siti Nafsiah.
Tantangan dan Solusi
Dalam era globalisasi, pelestarian budaya menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh budaya pop asing dan kesibukan orang tua. “Orang tua seringkali kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Namun, kita harus ingat bahwa melestarikan budaya adalah investasi untuk masa depan,” tegas Siti Nafsiah.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Siti Nafsiah menyarankan beberapa solusi, antara lain:
- Kerjasama dengan Sekolah: Sekolah dapat berperan aktif dalam melestarikan budaya daerah dengan memasukkan muatan lokal dalam kurikulum.
- Memanfaatkan Teknologi: Media sosial dan internet dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya daerah kepada anak-anak dengan cara yang lebih menarik.
- Membuat Kegiatan Budaya yang Menarik: Organisasi masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menyelenggarakan kegiatan budaya yang menarik bagi anak muda.
Dampak Positif Pendidikan Budaya
Anak-anak yang mendapatkan pendidikan budaya sejak dini akan memiliki banyak keuntungan, antara lain:
- Identitas yang Kuat: Pemahaman yang mendalam tentang budaya daerah akan membentuk identitas yang kuat pada anak.
- Toleransi dan Kerukunan: Pendidikan budaya menanamkan nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan.
- Kreativitas: Keterlibatan dalam kegiatan seni dan budaya akan merangsang kreativitas anak.
- Preservasi Budaya: Anak-anak akan tumbuh menjadi generasi penerus yang peduli terhadap pelestarian budaya.
Siti Nafsiah menyampaikan pesan yang sangat penting. “Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya kita. Mulai dari hal-hal kecil, seperti mengajarkan anak-anak kita tentang budaya daerah. Dengan begitu, budaya kita akan tetap hidup dan berkembang dari generasi ke generasi,” pungkas Politisi Partai Golkar Kalteng ini. (Ingkit)
Sumber : Legislator Kalteng Hj Siti Nafsiah: Orang Tua adalah Penjaga Utama Warisan Budaya
Leave a comment