1TULAH.COM, Muara Teweh- Winda, pedagang ayam di Pasar Tradisional Pendopo tengah viral di medsos. Hal ini gegara iya mengeluh tentang kondisi pasar. Tidak saja karena pungutan pajak naik berkali lipat, jalan block pasar yang becek hingga meminta perubahan pemimpin.
Akibat keluh kesahnya, H Gogo Purman Jaya kena getahnya, di tuding membayar Winda pedagang ayam berbicara.
“Dari tadi malam keluarga saya di telpon oleh mereka. Sampai ada yang bilang berapa saya di bayar haji Gogo berbicara. Saya bilang ke keluarga sajampal bungul kedada,” kata Winda ditemui 1tulah.com di Pasar Tradisional Pendopo, Jumat 27 September 2024.
Menurut Winda, apa yang disampaikan adalah keluh kesah hampir semua pedagang. Siapa pun yang datang ke sini, pasti disampaikan. Kebetulan saja calon Bupati H Gogo yang datang.
Parmana Setiawan, salah satu tim pemenangan Gogo Helo di konfirmasi, sangat menyayangkan pihaknya di tuding membayar para pedagang.
“Benar saja kami blusukan ke pasar kemarin, tapi sangat tak berdasar dan terlalu menuding calon bupati kami H Gogo membayar pedagang berbicara. Sebenarnya tidak hanya satu pedagang mengeluh hal retribusi pajak yang mahal. Ada sejumlah pedagang lain bicara dan mengeluh ke tim kami. Kebetulan saja saudari Winda ini yangbegitu semangat menyampaikan di ambil momen video nya,” kata Parmana Setiawan.
Menurut Permana, jangankan H Gogo, dirinya selaku anggota DPRD Barut pupn kaget ketika warga menyampaikan keluhan-keluhan mereka terkait retribusi pajak yang mahal.
Lagi tambahnya, apa yang disampaikan benar adanya. Dia sudah kroscek ke dinas terkait Disperindagsar. Dan juga menanyakan kenapa penerapan Perda tidak diketahui wakil rakyat.
Sementara itu, pedagang lain, Hj Eli menuturkan, para pedagang menyayangkan kenaikan pembayaran retribusi atau pajak tidak ada sosialisasi kepada mereka pedagang.
Tarik pajak berbeda-beda sesuai besar kecilnya blok pasar. ada juga pembayaran hanya sewa lapak. Mengingat tgak sedikit pedagang di sini membangun sendiri lapak.
“Tentu saja kami keberatan dengan kenaikan sangat tinggi dan berkali lipat. Coba lihat pasar ini sepi kunjungan dibanding pasar lain. Coba tertibkan Pasar Ipu, pemasukan tak ada ke pemerintah daerah. Kalau disini kami di pungut untuk Pemda. Tapi tak dipikirkan suasana pasar sepi kunjungan,” timpalnya.
Dia menambahkan, masalah lain juga banyak, tidak saja mengenai parkir sepeda masuk ke blok pasar, juga terkait jual beli blok pasar. “Silahkan telusuri ada yang jual blok pasar hingga angka Rp200 juta. Sementara kami warga asli Barut justru menyewa atau membangun kios dengan biaya sendiri,” tutupnya.(*)
Penulis : Deni
Sumber : Winda Pedagang Ayam Viral di Medsos Mengeluh Pajak Mahal, Gogo Kena Apes Dituding Membayar
Leave a comment