1TULAH.COM – Anies Baswedan gagal menjadi calon gubernur Jakarta, diperkirakan akan meningkatkan jumlah golput ketika Pilkada serentak 2024. Terlebih, perolehan suara Anies di Jakarta saat pilpres cukup banyak, yaitu 2.653.762 suara atau 41,07 persen.
Akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak (Untan), Haunan Fachry Rohilie, menilai pasti akan ada masyarakat pendukung Anies di Jakarta yang memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya ketika pemungutan suara Pilkada 2024.
“Kalau lihat perolehan pilpres kemarin, Anies Baswedan sekitar 40-an persen. Pasti ada nanti pendukung fanatik Anies yang tidak menggunakan hak suaranya. Tapi saya rasa tidak akan sampai sebesar itu tingkat masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya,” kata Haunan
Dia tak menampik akan adanya kenaikan angka golput di Pilkada Jakarta 2024. Meski begitu, para calon cagub-cawagub lainnya juga bukan figur baru. Sehingga, masyarakat tetap ada pertimbangan untuk memilih mereka.
Termasuk pendukung loyalis Anies di Jakarta, bukan tak mungkin akan membelokan dukungannya kepada salah satu paslon.
“Pilkada itu pertarungan figur atau personalitas, tentu bisa jadi magnet untuk para pendukung Anies pindah haluan. Terkait dengan parpol bertentangan dengan kehendak rakyat, itulah fenomena disfungsi parpol. Tapi yg namanya kepentingan, siapapun bisa dikorbankan,” tuturnya.
Menurut Haunan, meskipun Anies punya modal suara cukup banyak bekas dari Pilpres 2024 lalu, akan namun masih ada hampir 60 persen masyarakat di Jakarta yang tak memilihnya. Hitung-hitungan itu yang membuat banyak parpol berani melepas sosok Anies.
“Pragmatisme ini yang menyebabkan terjadinya disfungsi parpol, karena undang-undang pemilu kan menentukan suara terbanyak kandidat, bukan seberapa banyak partisipasi. Itulah bedanya demokrasti prosedural, yang penting ada pemilu,” pungkasnya.
Sumber : Anies Baswedan Gagal Jadi Cagub, Angka Golput di Jakarta Diprediksi Meningkat
Leave a comment