1TULAH.COM – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Supratman Andi Atgas mengaku belum mengetahui secara persis perkara kopi sianida Jesica Kumala Wongso. Tetapi, ia meyakini hak pembebasan bersyarat yang diberikan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan atau Ditjen PAS Kemenkumham sudah memenuhi ketentuan.
Hal itu disampaikan Supratman setelah dilantik sebagai Menkumham oleh Jokowi menggantikan Yasonna H. Laoly di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024).
Supratman mengungkap hanya mengetahui Jessica divonis 20 tahun atas kasus pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin.
“Setiap tahun selalu mendapat remisi, kan ada syarat untuk mendapatkan pembebasan bersyarat dan itu dimungkinkan. Dan menurut saya keputusan yang diambil oleh Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Dirjen Lapas untuk memberikan pembebasan bersyarat tentu sudah memenuhi ketentuan,” kata Supratman.
Supratman juga tak mempermasalahkan permohonan peninjauan kembali atau PK yang diajukan Jessica melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan menurut Supratman. Karena menurutnya hal itu merupakan hak Jessica yang kekinian masih berstatus warga binaan.
“Ini kan masih bebas bersyarat kan masih warga binaan, upaya hukum boleh saja dilaksanakan,” katanya.
Seperti yang diketahui Jessica selaku terpidana kasus pembunuhan berencana Wayan Mirna Salihin ditahan sejak Juni 2016. Usai menjalani masa tahanan selama 8 tahun 1 bulan lebih, ia dinyatakan bebas bersyarat pada Minggu (18/8/2024) kemarin.
Perempuan berusia 35 tahun itu juga mendapat resmi sebanyak 58 bulan 30 hari. Ditjen PAS Kemenkumham mengungkap alasan pemberian remisi itu karena yang bersangkutan dinilai telah berkelakuan baik berdasar Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana.
Leave a comment