1TULAH.COM, Muara Teweh- Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Barito Utara melakukan proses pembayaran ganti rugi tanah milik warga, yang terkena pelebaran jalan nasional.
Dari sebanyak 251 persil tanah milik warga yang di ganti rugi, baru 27 persil dilakukan pembayarna secara tunai, Kamis 18 Juli 2024.
Hadir dalam proses pembayarn ganti rugi lahan warga tersebut, Pj Bupati Muhlis, Sekda Jufriansyah dan Kepala BPN Barito Utara.
Pj Bupati Barito Utara, Muhlis dalam sambutannya mengaku proses panjang ganti rugi tanah milik warga ini sudah berproses lama. Sejak tahun 2021 dan hingga kini, akhirnya tuntas.
Memang dari 251 persil hanya ada 27 yang dokumennya lengkap. Berarti hanya 10,7 persen klier dan masih banyak yang belum atau hampir 49 persen yang belum selesai,” kata Muhlis.
Dikatakannya, yang belum selesai itu tentu banyak hal. Ada yang dokumen belum lengkap. Kemudian ada yang tersangkut urusan internal keluarga. Dan ada juga yang masih overload yang dulu milik pemerintah daerah, ternyata ada yang memiliki.
“Tentu kami atas nama pemerintah daearah mengucapkan terima kasih, atasd kesediaan bapak ibu lepas tanahanya yang ada di sepanjang jalur protokol jalan negara dari Simpang Bandara sampai Kampus Poltek.
Hal semua dalam rangka pemerintah daerah meningkatkan pembangunan di daerah ini.
“Coba bapak ibu lewat di Sampit dan Pangkalanbun. Jalan di sana sudah lebar semuanya. berpapasan tiga mobil masih nyaman. Kalau di tempat kita masih sempit. karena itu peran bapak ibu sangat penting dalam meningkatkan kondisi jalan,” kata Muhlis.
Karena itu jika semua proses pembayarn ini sudah selesai. Segera mungkin pelebaran jalan nasional ini akan diusulkan ke Balai Jalan Nasional.
Sementara itu Kadis Perkimtan, Fery Kusmiadi menambahkan, selain mengganti rugi 27 persil tanah milik warga untuk pelebaran jalan, pihaknya juga sudah berhasil mengganti rugi 1 persil tanah di Desa Jamut untuk pembangunan DAM atau irigasi.
“Kami juga sudah ada target untuk pembayaran ganti rugi tanah warga di kiri kanan jalan nasional selesai di akhir tahun. Pembayarna terbesar ada di kisaran Rp300 juta lebih,” tutupnya.(*)
Leave a comment