Kerap Tak Disadari Penderitanya, Kenali Gejala Hoarding Disorder

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COMHoarding Disorder merupakan gangguan kesehatan mental dimana penderitanya mempunyai kesulitan untuk membuang barang-barang.

Mereka cenderung menimbun barang sebab perasaan perlu terhadap barang itu, meskipun barang-barang tersebut mungkin tak memiliki nilai guna atau sentimental yang jelas.

Akibatnya, tempat tinggal mereka dapat penuh sesak dengan barang-barang yang ditimbun itu.

Tapi perlu dicatat, perilaku semacam itu tak selalu dapat dikaitkan dengan hoarding disorder, tetapi membutuhkan diagnosis dari profesional seperti psikolog dan psikiater untuk benar-benar memastikannya.

Berikut beberapa ciri-ciri seseorang yang mungkin mengalami hoarding disorder :

  • Menimbun barang dalam jumlah banyak – Barang yang ditimbun bisa berupa apapun, seperti koran bekas, pakaian rusak, atau perabotan rumah tangga yang tidak terpakai.
  • Kesulitan membuang barang – Penderita hoarding disorder merasa cemas atau tertekan jika harus membuang barang-barang yang mereka miliki, meskipun barang tersebut sudah tidak terpakai.
  • Perasaan terikat dengan barang – Barang-barang yang dimiliki seringkali dianggap memiliki nilai sentimental yang tinggi, meskipun orang lain mungkin tidak melihatnya demikian.
  • Kesulitan mengorganisir barang – Tempat tinggal penderita hoarding disorder biasanya penuh sesak dan berantakan karena mereka kesulitan untuk mengorganisir barang-barang yang mereka miliki.
  • Terganggunya aktivitas sehari-hari – Tumpukan barang yang berlebihan bisa membuat penderitanya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti memasak, bersih-bersih, atau bahkan berjalan di dalam rumah.
  • Menghindari orang lain ke rumah – Penderita hoarding disorder mungkin akan malu atau cemas jika orang lain datang ke rumah mereka dan melihat kondisi tempat tinggalnya.

Hoarding disorder tak hanya mengganggu kenyamanan hidup penderitanya, namun juga dapat menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan. 

Selain itu, hubungan dengan keluarga dan teman juga dapat terganggu sebab kondisi tempat tinggal yang tidak memungkinkan untuk bersosialisasi.

Dilansir dari American Psychiatric Association, 2,6 persen populasi manusia mengalami hoarding disorder. Paling banyak ialah penderita berusia di atas 60 tahun.

Biasanya mereka juga diduga mempunyai gangguan psikis lainnya, seperti cemas dan depresi. Gangguan ini umumnya dimulai pada usia muda dan terus meningkat seiring bertambahnya usia.

Beberapa orang mungkin sadar mempunyai gangguan itu. Tetapi, ada sebagian orang tidak menyadari hal tersebut.

Tak hanya kesulitan membuang barang, banyak penderita hoarding disorder yang juga mengalami sejumlah masalah. Misalnya sering ragu, perfeksionis, kerap menunda-nunda, tidak teratur, dan mudah terganggu.

Sumber : Kerap Tak Disadari Penderitanya, Kenali Gejala Hoarding Disorder

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started