Terburu-buru? Yuk, Belajar Santai Jalani Hidup ala Pakar Psikosomatik

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Di era modern yang serba cepat ini, tak jarang kita merasa terjebak dalam kesibukan tanpa henti. Pikiran dipenuhi kecemasan dan rasa gelisah untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan. Bahkan, saat satu tugas selesai, bayang-bayang tanggung jawab lain sudah menghantui.

Pernahkah Anda mengalaminya? Jika ya, Anda tidak sendiri. Fenomena ini, menurut dr. Andri, SpKJ, pakar psikosomatik dari RS EMC Alam Sutera, banyak dialami masyarakat modern yang terjebak dalam jerat kesibukan.

Kabar baiknya, dr. Andri hadir untuk membawa pencerahan. Beliau menekankan pentingnya belajar santai menjalani hidup, sebuah kunci untuk meraih ketenangan dan kebahagiaan di tengah hiruk pikuk dunia.

Fenomena ini, menurut dr. Andri, SpKJ, pakar psikosomatik dari RS EMC Alam Sutera, kerap dirasakan masyarakat modern yang serba terburu-buru. Hal ini mendorongnya untuk mengingatkan pentingnya belajar santai menjalani hidup.

Pentingnya Belajar Santai

“Jika kita terus-menerus merasa terburu-buru, ini juga bisa menjadi masalah. Kita harus belajar mengatur ritme kita. Seperti orang yang ingin lari maraton, mereka tidak boleh langsung berlari cepat di awal, tapi harus pelan-pelan dulu. Orang yang berlatih maraton juga perlu waktu latihan yang lama,” ungkap dr. Andri dikutip dari  Suara.com.

Ia menekankan pentingnya belajar santai untuk mengatur ritme kehidupan. Mengutip buku To Rest, dr. Andri menceritakan bagaimana pakar biologi Charles Darwin hanya bekerja selama 90 menit yang dibagi menjadi 3 sesi, alias 4,5 jam dalam sehari. Waktu luangnya diisi dengan berbagai aktivitas lain seperti berjalan, tidur siang, dan berjemur.

Meskipun hanya bekerja sebentar, Darwin mampu menulis karya besar “Origin of Species” yang mengubah cara pandang kita tentang ilmu pengetahuan dan evolusi manusia.

“Mengapa bisa demikian? Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Darwin benar-benar fokus selama bekerja. Ia membaca jurnal, meneliti, menulis, dan membahas surat dengan konsentrasi penuh. Saat waktunya santai, ia benar-benar beristirahat. Pada masa itu, tidak ada ponsel, jadi lebih mudah untuk benar-benar santai. Namun, sekarang kita sering dihubungi melalui telepon, SMS, WhatsApp, Telegram, bahkan DM di media sosial,” terangnya lagi.

Tips Melepas Diri dari Rasa Buru-buru

Berikut beberapa tips dari dr. Andri untuk membantu Anda terlepas dari rasa buru-buru:

  • Hindari Membandingkan Diri dengan Orang Lain: Banyak orang terjebak dalam pemikiran bahwa tujuan hidup harus diraih sesegera mungkin karena melihat orang lain sudah lebih dulu mendapatkannya. Hal ini justru dapat menghambat pencapaian Anda. Sebaiknya, fokuslah pada kemajuan diri sendiri dibandingkan orang lain.
  • Atur Ritme Kehidupan: Ibarat balap mobil, tidak perlu selalu menginjak gas untuk melaju, tapi ada kalanya perlu mengerem dan berbelok. Dalam hidup, kita perlu belajar mengatur ritme: gas, rem, gas, rem. Ada saatnya bekerja keras, dan saatnya santai.
  • Gunakan Waktu Luang dengan Baik: Saat waktu santai, lakukanlah aktivitas yang Anda sukai dan benar-benar menenangkan pikiran.

Kesimpulan

Belajar santai menjalani hidup bukan berarti bermalas-malasan. Ini adalah tentang mengatur ritme kehidupan agar Anda dapat bekerja dengan fokus dan maksimal, serta menikmati waktu luang dengan penuh kesadaran. Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat terhindar dari rasa cemas dan gelisah, serta menjalani hidup dengan lebih bahagia dan seimbang.

Ingatlah: Penting untuk memiliki waktu istirahat dan bersantai agar Anda dapat mengisi ulang energi dan kembali fokus pada tujuan Anda. (Sumber:Suara.com)

 

 

Sumber : Terburu-buru? Yuk, Belajar Santai Jalani Hidup ala Pakar Psikosomatik

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started