1tulah.com, MUARA TEWEH-Tragedi tenggelamnya kapal feri penyeberangan kendaraan di perairan Sungai Barito, Bintang Ninggi II, Teweh Selatan, Barito Utara (Barut), Kalteng, pada Minggu (7/7) malam, masih menyisakan pertanyaan.
Legislator DPRD Barut, H Tajeri, angkat bicara dan mempertanyakan apakah kejadian ini disebabkan oleh human error atau kelaikan armada feri yang dioperasikan.
“Apakah ini human error atau memang ada kelalaian dalam kelaikan armada feri?” tanya Tajeri.
Dia berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan perhatian serius oleh Pemkab Barut, khususnya instansi terkait.
“Saya harap Dinas Perhubungan Barut segera turun tangan dan melakukan pengecekan soal perizinan dan kelaikan armada feri di wilayah Barut, karena ini menyangkut keselamatan jiwa manusia dan lainnya.” tegasnya.
Tajeri juga mempertanyakan standar keselamatan awak feri dan penumpang.
“Apakah standar keselamatan awak feri dan penumpang sudah terpenuhi oleh semua armada feri di Barut?” lanjutnya.
“Dengan kejadian ini diharapkan ke depan tidak ada musibah yang serupa. Kadis Perhubungan sudah saya hubungi dan beliau merespon dengan baik. Semoga korban cepat ditemukan dengan selamat,” tandas Tajeri.
Sementara itu, pencarian terhadap Muhammad Sibawai alias Seba (27), ABK feri yang diduga hilang, masih terus dilakukan.
“Tim SAR kembali melakukan pencarian korban ABK yang diduga hilang sampai pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Pagi ini pencarian dilanjutkan kembali.” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Barut, Rizali Hadi.
Feri yang dinahkodai Andiman dengan 2 ABK, Johan Pijannata Sampawang (24) dan Muhammad Sibawai alias Seba, tenggelam saat menyeberang dari Dermaga PT Bimal menuju Desa Bintang Ninggi II.
Feri membawa 2 unit mobil jenis Hilux dan 1 motor, serta 8-9 penumpang.
Johan, salah satu ABK yang selamat, menceritakan bahwa feri mengalami kebocoran di lambung belakang saat mulai berlabuh menuju Desa Bintang Ninggi II.
“Air masuk ke kapal feri begitu cepat. Mesin alkon untuk menyedot air tidak mampu karena begitu banyak air masuk. Saat kapal feri oleng kami semua terjun ke sungai berusaha menyelamatkan diri.” kata Johan.
Dia menuturkan bahwa Seba, ABK yang hilang, tidak menggunakan pelampung dan sempat terombang-ambing di sungai bersamanya. “Saat saya muncul dari air, dia sudah tidak terlihat dan saya sekuat tenaga menuju bibir pantai.” tutur Johan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat. (Delia)
Leave a comment