1TULAH.COM-Dunia usaha di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan besar terkait kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Para pengusaha mengeluhkan kesulitan menemukan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri mereka. Hal ini diungkapkan dalam diskusi Ruang Gagasan yang diselenggarakan oleh Core Indonesia bersama Suara.com bertajuk “Magang Sampai Jadi Pebisnis Muda? Emang Bisa?” di Jakarta pada Kamis (4/7/2024).
Founder sekaligus Chairman ADCORP Adhia Arryman menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi ini. “Boleh dibilang saat ini kualitas SDM RI masih di bawah standar,” ungkap Adhia.
Pernyataan Adhia tersebut mencerminkan kesenjangan antara kualifikasi SDM yang tersedia dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Kesenjangan ini berakibat pada terhambatnya produktivitas dan daya saing bangsa di kancah internasional.
Diskusi Ruang Gagasan ini mengupas tuntas akar permasalahan dan solusi untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Para pakar dan pelaku industri berbagi pengalaman dan ide untuk membangun SDM yang unggul dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam diskusi tersebut antara lain:
- Kesenjangan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.
- Kurangnya pelatihan dan pengembangan soft skill bagi tenaga kerja.
- Minimnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor manufaktur.
- Peran penting magang dan pelatihan kerja dalam meningkatkan kompetensi SDM.
Pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan perlu bekerja sama secara sinergis untuk mengatasi permasalahan SDM ini. Diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menyediakan pelatihan yang relevan, dan mendorong partisipasi generasi muda dalam sektor industri.
Dengan meningkatkan kualitas SDM, Indonesia akan mampu menjadi negara yang lebih maju dan kompetitif di kancah global
Lebih lanjut menurut Adhia, kualitas tenaga kerja di Indonesia masih rendah dan belum mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri. Hal ini menyebabkan produktivitas dan daya saing Indonesia tertinggal dibandingkan negara lain.
Apalagi, kata Adhia, persaingan tenaga kerja manusia semakin ketat dengan hadirnya kemajuan teknologi seperti robot dan Artificial Intelligence (AI). Dia mengatakan bahwa hampir seluruh industri mulai beralih ke teknologi ini.
“Jadi yang paling penting saat ini tenaga kerja kita itu harus berpikir dengan mematangkan keahlian yang tidak bisa digantikan dengan teknologi. Harusnya subjek kita itu kedepan ini,” katanya.
Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa tingkat daya saing SDM Indonesia di dunia mengalami peningkatan. Indonesia naik empat peringkat dalam riset International Institute for Management Development (IMD) World Talent Ranking (WTR) pada tahun 2023.
IMD WTR 2023 mengevaluasi tiga faktor penentu, yaitu investasi dan pengembangan SDM, daya tarik bagi SDM asing, serta tingkat kesiapan untuk mempertahankan SDM di dalam negeri.
Berdasarkan hasil penelitian WTR, Indonesia telah melakukan sejumlah perbaikan terkait tingkat investasi dan pengembangan SDM. Penerapan kerja magang (peringkat 10 dunia) dan prioritas pelatihan di tempat kerja (peringkat 14 dunia) berkontribusi mendongkrak kualitas kompetensi SDM Indonesia.
Namun, masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara keseluruhan. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di era digital. (Sumber:Suara.com)
Leave a comment