1TULAH.COM-Budaya membaca merupakan salah satu cara untuk dapat meningkatkan literasi. Hal ini hendaknya dapat diberikan sejak dini kepada anak-anak.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Duwel Rawing mendorong kepada orang tua untuk meningkatkan literasi membaca anak usia dini. Ia menekankan, pentingnya membentuk kebiasaan membaca sejak dini, mengembangkan minat baca dan membawa manfaat besar dalam perkembangan kognitif dan emosional anak-anak.
“Membacakan cerita, mengenalkan buku dan memfasilitasi waktu baca bersama anak adalah langkah penting dalam memberikan pondasi awal yang kuat bagi perkembangan literasi anak. Mengajarkan literasi sejak dini, memiliki dampak positif jangka panjang dalam memperkaya pengetahuan dan imajinasi anak,” ucap Duwel Rawing, Minggu (23/6/2024).
Ia menyoroti, perlunya pengenalan buku yang sesuai dengan perkembangan anak, waktu baca yang berkualitas serta keterlibatan orang tua dalam mendukung minat baca anak.
Ia juga mendorong, pentingnya memberikan contoh melalui membaca, memotivasi anak untuk menjelajahi dunia melalui buku dan membina hubungan positif antara buku dan anak sejak usia dini.
“Dengan fokus pada peningkatan literasi membaca anak usia dini, kita memberikan bekal berharga bagi pertumbuhan intelektual anak. Melalui pengenalan buku yang menarik, waktu baca yang interaktif dan keterlibatan orang tua sebagai teladan dan pendukung, kita membantu anak untuk mengembangkan kecintaan terhadap literasi, memperluas wawasan dan membentuk kecerdasan emosional melalui pengalaman membaca,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan membaca yang menarik, memberikan akses ke beragam genre buku serta memunculkan kegembiraan dalam proses membaca bagi anak usia dini.
Dukungan pada kegiatan literasi keluarga, promosi budaya membaca di rumah, serta penanaman kebiasaan membaca sejak dini akan menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan literasi membaca anak usia dini di Kalimantan Tengah.
“Dengan sinergitas antara orang tua, pendidik, dan komunitas, kita dapat menciptakan budaya literasi yang kuat di kalangan anak usia dini. Melalui menciptakan lingkungan membaca yang inspiratif, memberikan akses ke perpustakaan, dan memotivasi anak untuk mengeksplorasi dunia melalui buku, kita membentuk generasi yang gemar membaca, kreatif dan siap menghadapi tantangan belajar di masa depan,” pungkasnya. (Ingkit)
Leave a comment