1TULAH.COM – Rencana Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina sedang dalam tahap penggodokan. Selain personel TNI, warga sipil juga diizinkan untuk bergabung dalam misi perdamaian tersebut untuk membantu warga Palestina di berbagai bidang, seperti membangun sekolah, rumah sakit, rumah tinggal, tempat ibadah, dan fasilitas rehabilitasi.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa semua aspek pengiriman pasukan perdamaian ini akan diatur oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Kemungkinan warga sipil akan terlibat dalam satuan pasukan perdamaian Batalyon Zeni, yang bertugas khusus dalam pembangunan infrastruktur penting.
Kepala Biro Dukungan Strategis Kemlu, Roy Soemirat, sebelumnya menyebutkan bahwa rencana misi perdamaian dapat melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan mandat dari Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.
Namun, saat ini PBB belum mengambil langkah untuk membahas pengiriman Pasukan Penjaga Perdamaian (PKO) di Gaza.
Perekrutan warga sipil Indonesia untuk misi ini, jika terjadi, direncanakan akan melalui Brigade Komposit yang terdiri dari Batalyon Support, Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni, dan Batalyon Perbekalan.
Hal ini akan memungkinkan partisipasi yang luas dalam upaya perdamaian dan rekonstruksi di Gaza, dengan fokus pada pelayanan kesehatan termasuk trauma healing, sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
Sumber : Kemlu RI Beberkan Syarat dan Waktu WNI Bisa ke Gaza
Leave a comment