1TULAH.COM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membubarkan Kabinet Perang di tengah serangan militer besar-besaran ke Gaza. Langkah ini diambil setelah pemimpin oposisi Benny Gantz dan sekutunya Gadi Eisenkot keluar dari kabinet tersebut.
Juru Bicara pemerintah Israel, David Mencer, menyatakan bahwa kabinet keamanan akan mengambil alih peran Kabinet Perang.
Gantz dan Eisenkot, yang diangkat Netanyahu setelah perang 7 Oktober, mengundurkan diri dengan alasan Netanyahu tidak memiliki rencana yang koheren untuk mengatasi situasi pasca perang di Gaza.
Keputusan ini mendorong Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir untuk meminta penambahan dirinya ke kabinet perang.
Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa beberapa isu yang dibahas oleh kabinet perang akan dialihkan ke kabinet keamanan yang terdiri dari 14 orang, termasuk Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.
Keputusan-keputusan sensitif akan dibahas dalam forum yang lebih kecil yang diperkirakan akan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Yoav Gallant, Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, dan ketua partai Shas, Aryeh Deri.
Juru bicara utama IDF, Laksamana Muda Daniel Hagari, menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan memengaruhi operasi militer mereka.
Militer Israel melancarkan kampanye di Gaza untuk menghancurkan Hamas sebagai tanggapan atas serangan yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya pada 7 Oktober. Sejak itu, lebih dari 37.340 orang dilaporkan tewas di Gaza.
Sumber : Ini Alasan Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel
Leave a comment