Pemkab Barsel Optimistis Mampu Turunkan Angka Stunting di Bawah 19,94 Persen

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1tulah.com, BUNTOK-Dalam upaya penanganan stunting, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menggelar acara Rembuk Stunting, yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda setempat, Jumat (19/4/2024).

Asisten I Setda Barsel, Yoga P Utomo saat membacakan sambutan Pj. Bupati menyampaikan, rembuk stunting merupakan tindaklanjut dari Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam hal ini komitmen kepemimpinan daerah adalah kunci awal dari keberhasilan upaya pencegahan stunting, sehingga para Bupati atau Wali Kota menandatangani komitmen bersama dalam upaya melakukan percepatan, pencegahan dan penurunan stunting di wilayahnya masing-masing.

“Melalui rembuk stunting ini kita optimis mampu menurunkan angka stunting dari tahun sebelumnya,” ucapnya kepada wartawan usai membuka acara.

Ia menerangkan, berdasarkn hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSI) yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) revalensi stunting Kabupaten Barsel pada tahun 2021 31,4%, sedangkan ditahun 2022 menjadi 35,6% naik sekitar 4,2%, sementara hasil dari EPPBGM hingga Desember 2023 lalu sebesar 19,94%.

“Jadi pada tahun 2024 ini kita menargetkan dan optimis mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten yang bersemboyan Bumi Dahanai Tuntung Tulus ini hingga 17,88%-17,4% dalam 2,5 tahun kedepan,” tereng pria yang akrab disapa pak Yoga itu.

Ia menuturkan, untuk mencapai target tersebut diperlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektoral, mulai dari Kelurahan/pemerintah desa, Kecamatan hingga Kabupaten dalam pemenuhan gizi semenjak kehamilan hingga infrastruktur mumpuni seperti akses air bersih dan sanitasi.

“Sehinga kita mampu mencapai apa kita targetkan supaya stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia khususnya di Kabupaten Barsel,” tuturnya.

 

Ia mengatakan, semenjak stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi permasalahan nasional, berbagai upaya terus dilakulan oleh Pemkab Barsel, mulai dari pengoptimalan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), penguatan serta pembinaan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan perhatian khusus terhadap kasus stunting yang dimulai dari hulu atau sejak masa kehamilan sampai anak umur 2 tahun atau 1000 hari pertama kehidupan dan yang harus diutamakan adalah pemantauan pertumbuhan yang dilakukan setiap bulan secara rutin, sehingga dapat diketahui sejak dini apabila anak mengalami gangguan pertumbuhan.

“Melalui rembuk stunting ini diharapkan masing-masing stakeholder dapat mengambil perannya masing-masing untuk bekerjasama melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barsel yang kita cintai ini,” kata Yoga P Utumo. (Alifansyah)

Sumber : Pemkab Barsel Optimistis Mampu Turunkan Angka Stunting di Bawah 19,94 Persen

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started