1TULAH.COM – Penutupan fitur layanan kredit BukaCicilan dari e-commerce PT Bukalapak Tbk (BUKA) dinilai sebagai suatu langkah positif oleh banyak pihak. Fitur tersebut dianggap bukan bagian dari inti bisnis BUKA, sehingga penutupannya dapat membantu perusahaan menghemat pendanaan yang terbatas.
Menurut Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), penutupan BukaCicilan dianggap sebagai langkah yang tepat karena fitur tersebut bukanlah daya tarik utama bagi konsumen. Mayoritas konsumen lebih tertarik dengan harga murah daripada opsi cicilan. Oleh karena itu, jika harga sudah terjangkau, cicilan hanya dianggap sebagai pelengkap.
Data menunjukkan bahwa belanja online semakin populer di Indonesia, dengan sekitar 75% masyarakat memilih untuk berbelanja secara online pada semester pertama tahun 2023. Alasan utama di balik tren ini adalah karena adanya gratis ongkos kirim yang ditawarkan oleh sejumlah platform e-commerce.
Huda juga mengungkapkan bahwa penutupan layanan tertentu oleh perusahaan merupakan hal yang wajar dalam upaya refocusing untuk tetap bersaing dengan kompetitor. Ini juga tidak lepas dari pertimbangan pendanaan perusahaan dan fokusnya untuk tetap kompetitif.
Meskipun BukaCicilan telah ditutup, VP Financial Solution Bukalapak, Desy Hartono, menyatakan bahwa Bukalapak masih bekerja sama dengan Kredivo untuk menyediakan layanan kredit. Pelanggan yang sebelumnya menggunakan BukaCicilan juga masih dapat menggunakan pilihan pembiayaan lain dari Kredivo dan mitra penyelenggara lainnya yang tersedia.
BukaCicilan sendiri merupakan fitur kredit virtual yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 dalam kolaborasi dengan perusahaan startup Akulaku. Namun, Akulaku kemudian mendapatkan sanksi pembatasan usaha BNPL dari OJK, sehingga Bukalapak pun terpaksa menutup layanan tersebut. Meskipun begitu, Bukalapak tetap berupaya untuk memberikan solusi pembiayaan alternatif kepada pelanggannya.
Sumber : Penutupan Fitur BukaCicilan Bukalapak Bisa Hemat Pendanaan
Leave a comment