Pemeriksaan Rakit Kayu Tabrak Jembatan Kalahien Diambil Alih Satpol Air Polda Kalteng, Ternyata Milik 2 Perusahaan di Muara Teweh

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1tulah.com, BUNTOK-Rakit kayu log panjang saat melintas di perairan sungai barito yang diduga menabrak fender/tiang jembatan Kalahein, tepatnya di wilayah desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan (Dusel), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, pada Sabtu (9/12/2023) lalu, ternyata milik dua perusahaan kayu yang beroperasi di wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

Tapi sebelum mendapatkan data nama pemilik kayu log tersebut, wartawan 1tulah.com di Buntok mencoba konfirmasi lagi ke Kasat Reskrim Polres Barsel, AKP Afif Hasan terkait asal usul kayu dan siapa pemiliknya.

Sebelumnya, Minggu (10/12/2023), Kasat Reskrim menyampaikan, bahwa dokumen-dokumen kayu lengkap, namun ia belum bisa memberitahukan siapa pemilk dan asal kayu dari mana, dengan alasan masih fokus ke evakuasi, agar jalur perairan bisa lancar, setelah itu akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pada Senin (11/12/2023) saat dikonfirmasi kembali melalui pesan whatsapp, ia menjawab “Mohon maaf mas, pemeriksaan diambil alih Satuan Polisi Air dan Udara (Pol Airud),” tulis AKP Afif Hasan.

Kemudian, wartawan 1tulah.com mencoba konfirmasi ke Satuan Pol Air Polda Kalimantan Tengah yang ada di Buntok untuk menggali informasi itu, ternyata memang benar pada saat itu pihak Pol Airud sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut, terhadap kapten kapal beserta Anak Buah Kapal (ABK) untuk proses lebih lanjut dan semua barang bukti juga sudah diamankan pihaknya.

Namun pada saat dikonfirmasi terkait pemilik dan jumlah kayu berapa, ternyata mereka tidak berani memberikan komentar, karena mereka sudah diinstruksikan oleh pimpinan mereka untuk tidak berkomentar terkait kejadian tersebut.

Tapi mereka menyarankan untuk konfirmasi langsung ke pimpinan Pol Air yang berkantor di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya mereka menyarankan untuk konfirmasi kepada Uriansyah selaku penangung jawab atau orang yang mengurus dukumen-dukomen rakit kayu log itu pada saat di jalan.

Selanjutnya, wartawan 1tulah.com mencoba konfirmasi Uriansyah melalui telpon seluler, dan ia menuturkan, bahwa pemilik rakit kayu log tersebut ada dua peruhasaan yaitu PT. Karya Delta Permai (KDP) dan PT. Mitra Perdana Palangka (MPP).

“Untuk kayu log dari PT. KDP berjumlah 1.554 potong atau 7.982,85 kubikasi, sedangkan untuk PT. MPP 745 potong atau 4.602,14 kubikasi,” tuturnya.

Ia menerangkan, setelah dari Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut) ternyata Tug Bout (TB) 09 penarik rakit kayu log punya PT. MPP yang didepan tenggelam, dikarenakan ada kedala, sehingga kapal tidak sanggup melawan arus Sungai Barito yang begitu deras pada saat itu.

Dari situ, lanjutnya, mereka sudah kekurangan armada, tapi sebelum kejadian itu, kapten beserta para ABK sudah berusaha mau tambat di daerah Pendang, Kecamatan Dusun Utara (Dusut), Kabupaten Barsel, namun tidak bisa karena rakit terus hanyut terbawa arus air sungai.

“Waktu itu, sebelum rakit kayu kita mendekati jembatan Kalahein, TB SH11 milik PT. KDP juga mengalami trabel yaitu kerusakan pada mesin kapal, kemudian kapal-kapal kita dari tengah rakit kedepan dan dibantu tiga unit kapal dari grub PT. OMEGA yang pada waktu itu kebetulan melintas untuk melanjutkan perjalanan,” terangnya.

Ia mengatakan, disebabkan arus air sungai barito yang begitu kuat dan juga ada tongkang kandas pada waktu itu, jadi mereka tidak bisa mengambil jalur lurus, sehingga terjadilah kejadian dimana rakit kayu menghantam finder jembatan Kalahien.

“Kendalanya memang ada pada mesin kapal, meskipun sudah berupaya meminta bantuan kepada orang untuk mengurangi risiko, tapi apa boleh buat yang namanya musibah kita juga tidak menghendakinya, jadi kita saat ini diproses oleh Pol Airud yang ada di Buntok dan kita masih menunggu proses selanjutnya,” kata Uriansyah. (Alifansyah)

Sumber : Pemeriksaan Rakit Kayu Tabrak Jembatan Kalahien Diambil Alih Satpol Air Polda Kalteng, Ternyata Milik 2 Perusahaan di Muara Teweh

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started