Menyelami Dilema Gen Z: Antara Banjir Informasi dan Tsunami Hoaks

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Generasi Z di Indonesia hidup di era yang serba cepat, di mana informasi mengalir bagaikan air bah. Namun, di balik kemudahan akses ini, tersembunyi sebuah dilema besar: bagaimana membedakan antara fakta, pengalihan isu, dan hoaks? Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga mental.

Seperti yang diungkapkan oleh Ahmad, seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam forum diskusi Bisnis Indonesia, “Informasi sangat masif, seringkali satu isu besar dipakai untuk menutupi isu lainnya.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Gen Z merasa lelah dan rentan terseret dalam pusaran hoaks.

Ketika “Disiplin Informasi” Menjadi Pelampung

Perasaan kebingungan yang dialami Gen Z adalah hal yang nyata. Helena dari BBC Media Action menegaskan bahwa kerentanan ini adalah bukti nyata dari tantangan yang dihadapi anak muda saat ini. Namun, ada solusi yang bisa dipegang teguh. Kuncinya adalah dengan membangun disiplin informasi.

Disiplin ini bukan hanya datang dari atas (pemerintah atau lembaga), melainkan juga dari inisiatif individu dan komunitas. Literasi informasi harus menjadi gerakan kolektif. Tanyakan pada diri sendiri sebelum membagikan informasi: “Apa dampak dari informasi yang akan saya bagikan?” Pertanyaan sederhana ini dapat menjadi rem yang efektif untuk mencegah penyebaran hoaks.

Langkah Praktis Menghadapi Banjir Informasi

Tidak hanya membangun sikap kritis, ada langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan Gen Z untuk menjaga diri dari tsunami hoaks. Adi Marsiela, Koordinator Cek Fakta, menawarkan solusi yang sangat relevan:

  1. Dukung Media yang Tepercaya: Temukan dan ikuti media-media yang memiliki rekam jejak kredibel dalam menyajikan berita. Media tepercaya memiliki standar jurnalistik yang ketat dan proses verifikasi yang jelas.
  2. Verifikasi Sebelum Membagikan: Jika mendapatkan informasi yang meragukan, jangan langsung menyebarkannya. Manfaatkan platform cek fakta yang tersedia. Cek Fakta, misalnya, menyediakan layanan bot yang bisa membantu memverifikasi informasi dengan cepat.

Dari Lelah Menjadi Kritis

Generasi Z tidak perlu pasrah dengan keadaan ini. Para ahli sepakat bahwa membangun sikap kritis, memverifikasi informasi sebelum membagikan, dan mendukung sumber berita yang kredibel adalah pelampung terbaik untuk selamat dari derasnya arus informasi yang penuh hoaks.

Dengan mengambil peran aktif dalam mengedukasi diri sendiri dan orang-orang di sekitar, Gen Z dapat menjadi garda terdepan dalam melawan misinformasi. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup di era digital, tetapi juga tentang menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan bertanggung jawab. (Sumber:Suara.com)

Sumber : Menyelami Dilema Gen Z: Antara Banjir Informasi dan Tsunami Hoaks

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started