ASI Adalah Hak Anak! Membangun Ekosistem Pendukung di Keluarga dan Dunia Kerja

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Menyusui adalah proses alami yang krusial bagi tumbuh kembang anak. Namun, perjalanan ini sering kali penuh tantangan, terutama bagi para ibu bekerja.

Kurangnya dukungan dari lingkungan, terbatasnya fasilitas ruang laktasi, dan pemahaman yang minim dari sekitar menjadi hambatan utama yang membuat banyak ibu terpaksa menghentikan pemberian ASI.

Padahal, keberhasilan menyusui bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama. Menyadari pentingnya hal ini, PT Bundamedik Tbk (BMHS) melalui jaringan RS Bunda Group mengadakan Bunda Parenting Convention di Jakarta pada 2 Agustus 2025. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan World Breastfeeding Week 2025 sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan ekosistem pendukung yang kuat bagi ibu dan anak.

Tantangan Ibu Menyusui di Dunia Kerja

Lingkungan kerja seringkali menjadi tempat yang paling sulit bagi ibu menyusui. Temuan dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan bahwa anak dari ibu yang tidak memiliki akses ke ruang laktasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami malnutrisi. Menanggapi isu ini, BMHS telah mengambil langkah konkret dengan menyediakan fasilitas ruang laktasi di seluruh jaringan RS Bunda Group. Selain itu, mereka juga menerapkan kebijakan internal yang mendukung ibu menyusui agar bisa memerah ASI tanpa mengganggu pekerjaan.

Sebuah studi internal BMHS membuktikan pentingnya dukungan ini. Ibu yang memiliki akses ke ruang laktasi terbukti lebih mampu mempertahankan pemberian ASI eksklusif. Bahkan, 88,3% pengguna ruang laktasi melaporkan bahwa produksi ASI mereka mencukupi kebutuhan anak, sebuah bukti nyata bahwa fasilitas dan dukungan di tempat kerja sangat berpengaruh.

ASI: Hak Anak, Tanggung Jawab Bersama

Menurut dr. Elizabeth M., H.Kes., Chief of Medical, Nursing & Quality Officer PT Bundamedik Tbk, ASI bukan sekadar pilihan, melainkan hak anak untuk mendapatkan nutrisi terbaik. ASI memberikan perlindungan alami dan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak, yang menjadi fondasi penting bagi kesehatan dan kecerdasan jangka panjang.

“Penyediaan ruang laktasi di tempat kerja bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga bagian dari pemenuhan hak dasar anak,” ujar dr. Elizabeth.

Pernyataan ini juga didukung oleh dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS (dr. Tiwi), seorang Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta. Ia menegaskan bahwa menyusui membutuhkan dukungan dari seluruh ekosistem: keluarga, tenaga kesehatan, dan tempat kerja.

“Ketika ibu mendapat dukungan untuk menyusui, kita sedang membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya — menuju Generasi Emas Indonesia,” tegas dr. Tiwi.

Peran Strategis Tenaga Kesehatan Sejak Kehamilan

Dukungan menyusui tidak dimulai setelah bayi lahir, melainkan sejak masa kehamilan. Peran dokter spesialis obstetri dan ginekologi sangat penting dalam memberikan edukasi dan layanan antenatal care (ANC) yang menyeluruh.

Melalui Bunda Parenting Convention, BMHS menyatukan para ahli dari berbagai bidang—mulai dari dokter spesialis anak, konsultan tumbuh kembang, konselor laktasi, hingga psikolog—untuk memberikan edukasi komprehensif tentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa ini merupakan periode krusial yang akan menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

“Dukungan menyusui tidak berhenti di rumah sakit. Ini harus menjadi budaya di masyarakat, kantor, dan ruang publik lainnya,” pungkas dr. Tiwi. Dengan menciptakan ekosistem yang ramah ibu dan anak, kita sedang berinvestasi pada masa depan bangsa yang lebih cerah. (Sumber:Suara.com)

Sumber : ASI Adalah Hak Anak! Membangun Ekosistem Pendukung di Keluarga dan Dunia Kerja

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started