1TULAH.COM-Langkah mengejutkan Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dan abolisi untuk mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong, memicu spekulasi di ranah politik.
Keputusan ini dinilai bukan sekadar rekonsiliasi, melainkan sebuah ‘pukulan telak’ yang ditujukan langsung kepada Presiden sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi), sekaligus menandai berakhirnya pengaruh rezim lama.
Penegasan Posisi Prabowo dan Pukulan Keras bagi Rezim Lama
Pakar politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai bahwa keputusan amnesti dan abolisi ini adalah cara Prabowo menegaskan posisinya sebagai pemimpin baru. Menurut Pangi, di samping sebagai upaya menuntaskan residu Pilpres 2024, langkah ini secara tidak langsung menjadi pukulan keras bagi Presiden ke-7, Joko Widodo.
“Ini pukulan telak bagi Presiden Jokowi dengan adanya amnesti kepada dua tokoh ini, baik adalah Hasto dan Tom Lembong. Dua tokoh ini tidak bisa dipisahkan dari rezim lama, tidak bisa,” kata Pangi.
Sebagaimana diketahui, Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto adalah dua figur yang kerap dianggap sebagai lawan politik Jokowi. Kasus hukum yang menjerat keduanya pun sarat dengan tudingan sebagai bagian dari serangan politik. Hasto, menjelang akhir masa jabatan Jokowi, dikenal sangat vokal melontarkan kritik keras, sementara Tom Lembong juga kerap melontarkan kritik terkait kebijakan ekonomi.
Pangi menambahkan, keputusan amnesti dan abolisi ini menyoroti potensi adanya motif “keinginan kekuasaan daripada keinginan penegakan hukumnya” dalam kasus-kasus sebelumnya.
Menuntaskan Residu Pilpres dan Merangkul Kekuatan Berseberangan
Pangi menilai langkah ini merupakan cara Prabowo menuntaskan sisa-sisa pertarungan elektoral sebelumnya. “Inilah yang kemudian kita melakukan pemetaan ulang terhadap spektrum politik, ya pasca Pilpres 2024. Ini adalah residu Pilpres yang sudah dituntaskan oleh Prabowo,” jelas Pangi.
Lebih jauh, langkah strategis ini juga dipandang sebagai upaya Prabowo untuk menarik kekuatan politik yang berseberangan dengan Jokowi. Dengan memberikan amnesti dan abolisi, Prabowo seolah membuka pintu bagi konsolidasi politik yang lebih luas.
“Dengan masuknya mereka, dengan dapat dikunci seperti ini, tentu ini akan ada peluang bagi Pak Prabowo untuk mencoba menarik semua kekuatan yang ada,” pungkas Pangi. Ini menunjukkan manuver politik Prabowo yang bertujuan untuk memperkuat legitimasinya dan mengamankan dukungan dari berbagai spektrum politik di awal masa pemerintahannya. (Sumber:Suara.com)
Sumber : Amnesti Hasto & Abolisi Tom Lembong: Pesan Tajam Prabowo kepada Jokowi?
Leave a comment