1TULAH.COM-Di era digital yang kian maju, game online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja. Meskipun menawarkan hiburan dan potensi manfaat edukatif, tidak semua game aman untuk dimainkan.
Sebagai orang tua, Anda perlu mewaspadai game online berbahaya untuk anak yang berpotensi memberikan pengaruh negatif pada perkembangan mental, emosional, bahkan fisik mereka.
Mengapa Beberapa Game Online Berbahaya bagi Anak?
Tidak semua game online diciptakan untuk anak-anak. Banyak di antaranya dirancang untuk audiens dewasa dengan konten yang tidak pantas. Berikut adalah beberapa bahaya utama yang dapat ditimbulkan:
- Kecanduan dan Gangguan Tidur: Game yang memiliki sistem reward seperti “daily login” atau “rank season” dapat memicu anak untuk bermain terus-menerus. Hal ini seringkali mengganggu waktu tidur, pola makan, dan bahkan performa akademik anak.
- Kekerasan dan Perilaku Agresif: Game dengan konten kekerasan, seperti tembak-menembak atau pertarungan, bisa membuat anak terbiasa dengan aksi kekerasan. Dalam kasus ekstrem, mereka bahkan bisa meniru tindakan yang mereka lihat dalam game ke dunia nyata.
- Bahaya Chat dan Interaksi Online: Fitur obrolan dalam game membuka celah bagi anak untuk berinteraksi dengan orang asing. Ini bisa menjadi risiko tinggi, mulai dari predator online, pelaku perundungan, hingga ajakan untuk melakukan tindakan negatif.
- Konten Dewasa dan Pornografi Terselubung: Beberapa game, meskipun tidak secara gamblang dicantumkan, menyisipkan avatar atau karakter berpakaian minim, atau bahkan adegan seksual eksplisit. Konten semacam ini sangat tidak pantas untuk konsumsi anak-anak.
- Mikrotransaksi dan Judi Terselubung: Game yang menawarkan “loot box” atau item acak yang bisa dibeli dengan uang sungguhan dapat menjerumuskan anak ke praktik menyerupai judi digital. Mereka mungkin tergoda untuk terus membeli demi mendapatkan item langka, menghabiskan uang tanpa batasan.
Daftar Game Online Berbahaya yang Perlu Diblokir
Berikut adalah sejumlah game yang dinilai berisiko tinggi bagi anak-anak, baik karena kontennya maupun mekanisme permainannya, yang sebaiknya Anda blokir dari perangkat anak:
- Grand Theft Auto (GTA) Series: Game ini terkenal dengan konten kekerasan ekstrem, bahasa kasar, penggunaan narkoba, dan konten seksual. Jelas bukan untuk anak-anak.
- Call of Duty & Game Battle Royale Lainnya: Meskipun sangat populer, game tembak-tembakan ini memuat visual kekerasan yang intens dan dapat mendorong agresivitas pada anak.
- Yandere Simulator: Game ini mengangkat tema kekerasan di sekolah, pembunuhan, dan obsesi terhadap cinta. Isinya sangat tidak cocok untuk usia remaja awal.
- The Sims (Beberapa Modifikasi): Beberapa versi modifikasi dari game simulasi kehidupan ini diketahui menyisipkan konten seksual dan eksplisit yang berbahaya bagi anak.
- Gacha Life & Gacha Club (Tanpa Pengawasan): Meskipun terlihat imut, ada banyak laporan tentang pemain yang membuat cerita dewasa melalui fitur “studio” dan membagikannya di internet.
- Among Us (Tanpa Filter Chat): Fitur obrolan bebas tanpa pengawasan dalam game ini bisa menjadi celah penyalahgunaan, termasuk perundungan dan ajakan dari predator.
- Roblox (Tanpa Supervisi Orang Tua): Roblox adalah platform dengan banyak game di dalamnya. Beberapa game di dalamnya bisa mengandung konten dewasa, dan ada laporan serius mengenai grooming anak oleh predator di platform ini.
- TikTok Game & Mini-Game di Media Sosial Lain: Beberapa mini-game dalam aplikasi populer seperti TikTok atau media sosial lainnya bisa menyisipkan konten kekerasan simbolik atau tema yang tidak layak untuk anak-anak.
Langkah Proteksi: Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Peran aktif orang tua adalah kunci utama dalam melindungi anak-anak di dunia digital. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ambil:
- Aktifkan Parental Control: Manfaatkan fitur kontrol orang tua yang tersedia di Play Store (Android), App Store (iOS), konsol game (PlayStation, Xbox, Nintendo), dan browser internet untuk membatasi akses aplikasi berdasarkan usia.
- Periksa Game Sebelum Mengizinkan: Selalu periksa rating game (misalnya, ESRB/PEGI), baca ulasan pengguna, dan cari tahu konten di dalamnya. Jangan pernah mengizinkan anak memainkan game dengan label 17+ atau konten dewasa.
- Batasi Waktu Bermain Game: Terapkan screen time yang sehat. Idealnya, batasi maksimal 1 jam per hari untuk anak usia 6–12 tahun. Prioritaskan waktu untuk belajar, berinteraksi sosial secara langsung, dan aktivitas fisik.
- Dampingi Saat Bermain Game: Bermain bersama anak tidak hanya membantu Anda memahami isi game yang mereka mainkan, tetapi juga menjadi momen bonding yang positif. Ini adalah kesempatan untuk mendiskusikan apa yang mereka lihat dan alami.
- Berikan Edukasi Digital Sejak Dini: Ajari anak cara bersikap bijak di dunia digital. Ajarkan mereka untuk mengenali potensi ancaman online, jangan mudah percaya pada orang asing, dan berani melaporkan hal-hal mencurigakan kepada Anda.
Game online tidak sepenuhnya buruk, tetapi bisa sangat berbahaya jika dimainkan tanpa pengawasan yang tepat. Dengan memahami game mana saja yang berisiko, orang tua bisa mengambil langkah perlindungan sejak awal.
Ingat, dunia maya tidak memiliki batas yang jelas. Oleh karena itu, peran aktif orang tua adalah benteng pertama anak dari pengaruh digital yang merugikan. Pantau, dampingi, dan edukasi anak agar mereka tetap aman di dunia game online. Anak-anak berhak menikmati teknologi dengan cara yang sehat dan positif.
Apa langkah selanjutnya yang akan Anda ambil untuk melindungi anak dari game online berbahaya? (Sumber:Suara.com)
Sumber : Waspada! Bahaya Game Online dan Daftar Game yang Perlu Diblokir untuk Anak Anda
Leave a comment