1TULAH.COM – Tidur adalah kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, tetapi kondisi kantuk berlebihan justru bisa menjadi gangguan serius dalam aktivitas sehari-hari.
Keadaan ini dikenal dengan istilah hipersomnia, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan seseorang merasa terus mengantuk meskipun telah mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Hipersomnia bukan hanya kelelahan biasa atau kurang tidur sesaat, melainkan kondisi medis yang bisa mempengaruhi pekerjaan, hubungan sosial, hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Jika tidak segera ditangani, hipersomnia bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang lebih berat.
Menurut penjelasan dari laman Healthline, hipersomnia adalah kondisi di mana seseorang mengalami rasa kantuk berlebihan pada siang hari atau kebutuhan tidur yang jauh lebih panjang dibandingkan normal.
Penderitanya dapat tidur lebih dari sebelas jam setiap hari, namun tetap merasa lelah dan tidak segar sepanjang waktu.
Berbeda dengan insomnia yang ditandai dengan kesulitan tidur, pada hipersomnia penderita justru sangat mudah tertidur, bahkan dalam situasi aktif seperti saat bekerja atau mengemudi, yang tentunya berisiko tinggi bagi keselamatan.
Beberapa gejala umum dari hipersomnia antara lain perasaan kantuk terus-menerus meski tidur malam sudah cukup, sering tertidur tanpa sadar di tengah aktivitas, tidur siang dalam waktu lama tanpa merasa segar setelahnya, kesulitan bangun tidur meskipun durasinya sudah panjang, berpikir dan berbicara menjadi lambat, mengalami gangguan daya ingat dan konsentrasi, mudah merasa gelisah, cemas, cepat lelah, hingga dalam beberapa kasus mengalami halusinasi ringan.
Jika gejala-gejala ini berlangsung selama lebih dari tiga bulan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Penyebab hipersomnia sangat bervariasi, mulai dari gangguan tidur lain seperti sleep apnea, gangguan saraf seperti epilepsi, multiple sclerosis, atau cedera otak, gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, efek samping obat-obatan, konsumsi alkohol atau zat terlarang, hingga gangguan hormon seperti hipotiroidisme.
Ada pula kondisi di mana penyebab hipersomnia tidak diketahui dengan pasti dan dikenal sebagai hipersomnia idiopatik.
Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda berusia 15 hingga 25 tahun, lebih banyak dialami oleh perempuan terutama saat mendekati masa menstruasi, serta lebih umum terjadi pada perokok, peminum alkohol, dan penderita penyakit kronis seperti masalah jantung, ginjal, atau gangguan saraf.
Apabila rasa kantuk sudah mulai mengganggu produktivitas hingga menyebabkan tertidur saat bekerja, belajar, atau mengemudi, kondisi ini tidak boleh diabaikan.
Pemeriksaan medis seperti polisomnografi atau tes kantuk di siang hari dapat membantu dokter mendiagnosis penyebab pasti hipersomnia.
Penanganan gangguan ini disesuaikan dengan penyebabnya dan dapat meliputi terapi tidur, perubahan pola hidup, hingga pemberian obat-obatan tertentu untuk mengontrol gejala yang muncul.
Sumber : Kenali Ciri-Ciri Hipersomnia, Penyebab Kantuk Tak Kunjung Hilang Sepanjang Hari
Leave a comment