1TULAH.COM, Muara Teweh – Tim Penggerak PKK Barito Utara (Barut), Kalteng, melaksanakan kegiatan monitoring pada Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Kenanga di Lemo II, Teweh Tengah, Senin, 14 Juni 2025.
Pj Ketua TP PKK Barut, Melly Indra Gunawan, menyampaikan dalam konteks ini, penurunan stunting menjadi salah satu prioritas utama yang secara langsung berhubungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dia mengatakan, pemerintah berkomitmen menurunkan angka stunting secara bertahap menjadi 14,4% pada 2029 dan mencapai 5% pada 2045 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Dia menambahkan, pengalaman selama pelaksanaan program penurunan stunting di periode 2018-2024 memberikan banyak pembelajaran berharga, pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan dan program yang sudah berjalan baik serta memperbaiki aspek-aspek yang masih memerlukan penguatan dan perbaikan.
“Kegiatan pembinaan posyandu dan pemberian makanan tambahan adalah wujud nyata kontribusi kita dalam mendukung agenda besar tersebut. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar di desa harus terus kita perkuat dalam pendekatan holistik integratif yang mencakup pelayanan kesehatan, pendidikan anak usia dini, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga,”jelasnya.
Dia Juga menerangkan bahwa di Lemo, terdapat 42 balita yang terdiri dari berbagai macam rentang usia 0-12 bulan sebanyak 4 anak, 1-2 tahun sebanyak 9 anak dan diatas 3 tahun sebanyak 29 anak serta dengan jumlah ibu hamil berjumlah 16 orang.
Sementara itu, Kades Lemo II, Elly Sukaisih, dalam laporannya mengatakan bahwa Posyandu Kenanga Lemo II, saat ini telah menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).
“Pendekatan layanan yang meyatukan berbagai layanan kesehatan dasar mulai dari KIA, imunisasi, gizi, sampai pengendalian penyakit dalam satu wadah yang mudah diakses oleh masyarakat,” ungkapnya.
Editor: Aprie
Sumber : Prioritaskan Penurunan Stunting, TP–PKK Barut Monitoring Posyandu ILP Kenanga Lemo II
Leave a comment