Kontroversi Tony Blair Institute dan Pembangunan IKN: Turut Sponsori Penggusuran Warga Palestina di Gaza

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Tony Blair Institute for Global Change (TBI), lembaga yang digandeng pemerintah Indonesia untuk membantu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kini tengah diterpa isu miring.

TBI dituding terlibat dalam proyek kontroversial yang disebut-sebut bertujuan untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza. Kabar ini pertama kali dilansir oleh The Guardian pada Senin, 7 Juli 2025.

Proyek “Trump Riviera” dan Isu Penggusuran

Menurut laporan tersebut, TBI terlibat dalam diskusi awal terkait rencana pembangunan Jalur Gaza menjadi sebuah resort mewah yang dijuluki “Trump Riviera” dan beberapa zona industri. Namun, proyek ambisius ini disebut-sebut akan dilaksanakan setelah semua warga Palestina diusir dari wilayah yang kini diduduki oleh Israel tersebut.

Ide di balik proyek ini berasal dari mantan Presiden AS, Donald Trump, yang menginginkan Gaza diubah menjadi kawasan resort pasca-pengusiran warga Palestina. Proyek ini dipimpin oleh beberapa pengusaha Israel dan menggunakan model pembiayaan yang dikembangkan oleh firma konsultan AS, Boston Consulting Group (BCG). Tony Blair, pendiri TBI dan mantan Perdana Menteri Inggris, sebelumnya juga pernah tercatat sebagai anggota Dewan Pengawas Danantara.

Bantahan TBI dan Temuan Investigasi

TBI sendiri telah membantah keterlibatannya dalam proyek yang secara ekstrem akan membayar sekitar 500.000 warga Palestina untuk meninggalkan Gaza. “Tony Blair tidak pernah berbicara dengan orang-orang yang menyusun rencana tersebut atau mengomentarinya,” terang TBI dalam keterangan resminya. Mereka menambahkan, “Staf TBI berpartisipasi dalam dua percakapan telepon dan berkomunikasi dengan para pihak tersebut bukan berarti memberikan dukungan.”

Namun, laporan dari The Financial Times mengungkapkan bahwa dua staf lembaga think tank tersebut terlibat dalam penyusunan rencana ini. Kedua staf tersebut bahkan tergabung dalam grup pesan daring yang digunakan untuk membahas proyek tersebut. Dalam grup percakapan itu, disebarkan pula dokumen berjudul “Gaza Economic Blueprint” yang disusun oleh TBI. Dokumen ini diduga menjadi dasar bagi keyakinan para penyusun rencana bahwa akan banyak investor yang tertarik setelah Gaza “dibersihkan” dari warga Palestina.

Keterlibatan TBI dalam Pembangunan IKN

Terlepas dari kontroversi ini, TBI tetap menjadi mitra penting bagi pemerintah Indonesia dalam pembangunan IKN. Pada Oktober lalu, Tony Blair datang langsung ke Jakarta untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang melanjutkan kolaborasi dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara.

MoU tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Achmad Jaka Santos Adiwajaya, dan Country Director TBI Indonesia, Ibu Shuhaela Haqim. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Tony Blair sebagai Founder dan Executive Chairman TBI, serta Bambang Susantono, Kepala OIKN.

Kolaborasi antara TBI dan OIKN mencakup empat aspek utama serta peluang kerja sama strategis lainnya, yaitu:

  1. Peningkatan sektor pendidikan melalui kolaborasi antar-institusi perguruan tinggi.
  2. Pengembangan sektor kesehatan terkait uji klinis, riset, dan pengembangan.
  3. Pengembangan potensi investasi dengan menyusun rencana bisnis strategis, fasilitasi investasi asing, dan strategi komunikasi.
  4. Pembangunan kota melalui studi banding ke kota-kota masa depan di dunia.

Dampak Kontroversi Terhadap Citra IKN?

Keterlibatan TBI dalam isu kontroversial terkait penggusuran warga Palestina di Gaza tentu menimbulkan pertanyaan. Apakah kontroversi ini akan berdampak pada citra dan kredibilitas TBI sebagai mitra pembangunan IKN? Pemerintah Indonesia dan OIKN mungkin perlu mempertimbangkan implikasi dari isu ini terhadap kerja sama yang telah terjalin. (Sumber:Suara.com)

 

Sumber : Kontroversi Tony Blair Institute dan Pembangunan IKN: Turut Sponsori Penggusuran Warga Palestina di Gaza

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started