Timnas Indonesia Hancur Lebur di Jepang: Pelajaran Berharga di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Timnas Indonesia harus menelan pil pahit dalam laga terakhir mereka di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Bertandang ke markas raksasa Asia, Jepang, Garuda dibantai dengan skor telak 0-6 pada Selasa (10/6/2025) malam WIB.

Hasil ini menjadi sorotan, mengingat ini adalah kekalahan terburuk Indonesia melawan Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Kekalahan Telak yang Lebih Buruk dari Sebelumnya

Jika kita melihat ke belakang, hasil 0-6 ini jauh lebih buruk dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Di bawah asuhan Shin Tae-yong, skuad Merah Putih sempat kalah 1-3 di Piala Asia 2023 dan 0-4 pada pertemuan pertama Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Angka 0-6 tentu menunjukkan adanya pekerjaan rumah yang sangat besar bagi Timnas Indonesia.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Suita City Football Stadium, Osaka ini, tim asuhan Patrick Kluivert dibuat tak berdaya menghadapi dominasi Samurai Biru. Gawang yang dijaga oleh Emil Audero digempur habis-habisan oleh para pemain Jepang.

Pesta Gol Jepang di Kandang Sendiri

Dominasi Jepang sudah terlihat sejak menit-menit awal pertandingan. Gol pertama tercipta pada menit ke-15 melalui Daichi Kamada, yang kemudian menggandakan keunggulan di masa injury time babak pertama (menit ke-45+6). Tak hanya Kamada, Takefusa Kubo juga turut menyumbang gol pada menit ke-19, membawa Jepang unggul 3-0 di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Jepang tak mengendurkan serangan. Ryoya Morishita (55’), Shuto Machino (58’), dan Mao Hosoya (80’) melengkapi pesta gol menjadi 6-0. Penampilan kolektif dan taktik matang dari tim Jepang benar-benar menyulitkan Garuda. Emil Audero sendiri harus melakukan sejumlah penyelamatan gemilang untuk meminimalkan kerugian yang lebih besar.

Tujuan Percobaan Jepang dan Peluang Talenta Muda

Meskipun pertandingan ini tidak lagi menentukan langkah Jepang ke babak selanjutnya—karena mereka sudah memastikan diri lolos ke putaran keempat—pelatih Hajime Moriyasu menggunakan laga ini sebagai ajang eksperimen. Ia memberikan menit bermain kepada talenta muda dan menguji berbagai opsi taktik.

“Sejak lolos ke Piala Dunia, kami terus mencoba berbagai pemain dan memperluas jangkauan taktis,” ungkap Moriyasu kepada Soccer King. Ini menunjukkan betapa dalamnya skuad Jepang dan bagaimana mereka terus berinovasi.

Cedera dan Tantangan Bagi Garuda

Sejak awal laga, Timnas Indonesia memang berada di bawah tekanan. Gol pertama Jepang tercipta pada menit ke-14 melalui sundulan Daichi Kamada dari umpan silang Yuki Mito, yang gagal dibendung sempurna oleh Emil Audero. Jepang kemudian menguasai tempo dan lini tengah, sebelum Takefusa Kubo menjebol gawang Indonesia lagi dari sepak pojok dua menit kemudian, meskipun sempat ditinjau VAR karena potensi offside.

Petaka bagi Indonesia terus berlanjut. Kevin Diks harus ditarik keluar pada menit ke-24 karena cedera, digantikan oleh Yakob Sayuri. Namun, tak lama kemudian, Yakob juga mengalami benturan keras dengan Ayumu Seko, memaksanya digantikan oleh Marselino Ferdinan. Cedera-cedera ini tentu sangat memengaruhi ritme permainan Garuda.

Meskipun dihajar habis-habisan, laga ini dipandang sebagai kesempatan berharga bagi pelatih Patrick Kluivert untuk memberikan pengalaman internasional kepada para pemain muda Indonesia. Selain tujuan pengembangan, ini juga menjadi sarana untuk membentuk mental menghadapi tekanan berat di level internasional.

Posisi Indonesia di Grup C dan Langkah Selanjutnya

Hingga akhir babak pertama, Indonesia sebenarnya sempat mendapatkan kans terbaik. Ole Romeny menerima umpan panjang dan berhasil melewati garis pertahanan Jepang. Beckham Putra kemudian menyambar bola, namun kontrol yang kurang baik menyebabkan pertahanan Jepang mampu mengendalikan situasi sebelum wasit menghentikan serangan.

Setelah pertandingan ini, posisi Timnas Indonesia di Grup C terkunci di peringkat keempat, dengan total 12 poin dari 10 pertandingan. Namun, kabar baiknya, mereka tetap melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sementara itu, Jepang semakin kokoh di puncak klasemen dengan 23 poin dan status sebagai salah satu tim Asia yang maju otomatis ke Piala Dunia 2026.

Kekalahan telak ini memang menyakitkan, namun harus menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia. Dengan lolosnya Garuda ke putaran selanjutnya, diharapkan evaluasi menyeluruh dapat dilakukan dan skuad Merah Putih bisa tampil lebih solid dan kompetitif di laga-laga mendatang. (Sumber:Suara.com)

 

Sumber : Timnas Indonesia Hancur Lebur di Jepang: Pelajaran Berharga di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started