Bangkit dari Kelelahan Ekstrem: Kisah Nirina Zubir Melawan Gangguan Kesehatan Mental

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM-Artis multitalenta Nirina Zubir baru-baru ini secara terbuka membagikan pengalamannya melawan gangguan kesehatan mental. Sekitar dua bulan lalu, Nirina mengalami masa sulit yang membuatnya benar-benar menarik diri dari dunia luar.

Kondisi ini, yang bermula dari kombinasi kelelahan bekerja dan tekanan kasus sengketa tanah yang membelit keluarganya, memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.

Nirina Zubir mengungkapkan bahwa beban kerja yang padat tanpa henti menjadi salah satu pemicu utamanya. “Aku kan kemarin ada empat proyek jalan tanpa rehat. Kan kehidupan bukan seputar di pekerjaan aja, tapi ternyata ada kasus-kasus yang harus diselesaikan juga,” terang Nirina dalam sebuah wawancara di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2025.

Ketika Tubuh dan Pikiran Menolak Beraktivitas

Dampak dari kelelahan fisik dan mental ini sangat signifikan. Selama dua bulan penuh, Nirina Zubir tidak ingin meninggalkan rumah. Keinginan untuk berinteraksi, bahkan sekadar menghubungi psikolog, lenyap.

“Sebetulnya nggak ada salahnya ke psikolog, tapi keluar rumah itu bener-bener nggak mau. Berkontak, interaksi, even Zoom atau online segala macem, nggak mau. Bener-bener mau di rumah aja,” kisah Nirina.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Nirina yang dikenal sangat aktif dan gemar berolahraga, kehilangan minat sama sekali pada aktivitas fisiknya. Suaminya pun terheran-heran. “Bahkan saat itu, suami juga nanya gitu, kayak ‘Yuk, kita jalan kaki aja keliling komplek’. ‘Nggak’. ‘Hah, nggak? Kamu nggak pernah bilang nggak loh buat olahraga’. Nggak tahu, badannya kayak nggak mau gitu,” papar Nirina.

Pada puncaknya, Nirina bahkan kesulitan melakukan kegiatan dasar seperti mandi. “Selama dua bulan kemarin tuh bener-bener nggak mau ngapa-ngapain. Sampai olahraga juga nggak pengin sama sekali. Bahkan di tahap kemarin tuh, hampir seminggu lebih nggak mau mandi,” ungkapnya, menggambarkan betapa parahnya kondisi yang ia alami.

Anak-anak dan Hobi Baru: Penyelemat Nirina

Di tengah keterpurukan itu, dukungan anak-anak menjadi pendorong utama Nirina untuk bangkit kembali. Mereka menjadi “cahaya” yang membuatnya perlahan menemukan semangat untuk berkarya lagi.

Menariknya, selama masa mengisolasi diri, Nirina justru menemukan hobi baru yang ternyata menjadi terapi baginya. “Saking di rumahnya dan nggak ngapa-ngapaian, dalam hal nggak ketemu temen, nggak beraktivitas, nggak bekerja segala macem, aku di rumah bikin mayonaise sendiri, selai coklat sendiri, selai kacang sendiri. Semua aku bikin sendiri gitu,” lanjut dia.

Aktivitas memasak ini, bersama dengan dorongan untuk berolahraga kembali, memicu pelepasan endorfin yang sangat dibutuhkan. “Dengan masak dan olahraga, aku mendapatkan endorphin dan auranya keluar lagi, bahagia lagi. Akhirnya sudah seperti semula lagi,” kata Nirina.

Memaknai Rehat dan Berbagi Kisah

Setelah melewati masa sulit tersebut, Nirina Zubir mulai tergerak untuk berbagi cerita tentang apa yang ia rasakan kepada orang-orang terdekatnya, termasuk teman-teman yang berprofesi sebagai psikiater dan psikolog. Mereka meyakinkan Nirina bahwa apa yang ia alami adalah bagian dari dinamika kesehatan mental yang bisa dialami siapa saja.

Nirina juga menekankan pentingnya inisiatif dari diri sendiri untuk bangkit. “Setidak-tidaknya harus kita juga yang mengambil alih, maksudnya kepada mental kita juga kalau, ‘Udah yuk, kita aktif lagi bekerja lagi’,” paparnya, menunjukkan kekuatan tekadnya.

Kini, Nirina Zubir sudah memastikan dirinya bisa kembali berkegiatan seperti sebelumnya. “Buat Nirina sendiri, apakah sudah sembuh? Hopefully sudah,” tutur Nirina optimis.

Ia memaknai waktu rehatnya sebagai salah satu teguran Tuhan agar lebih memperhatikan kesehatan diri. “Aku sih ngerasanya ke diri sendiri, kalau ini salah satu cara Tuhan untuk, ‘Istirahat dulu ya kamu’,” kata Nirina, menunjukkan perspektif spiritualnya.

Pengalaman ini juga mengajarkan Nirina untuk lebih bersyukur dan menikmati setiap takdir dalam hidupnya. “Jadi, ya udah. Sekarang Nirina lagi di tengah bersyukur, menikmati dan juga kayak merayakan aja,” ucapnya.

Kisah Nirina Zubir ini menjadi pengingat penting bagi banyak orang tentang betapa krusialnya menjaga kesehatan mental, tidak hanya kesehatan fisik. Kelelahan ekstrem dan tekanan hidup bisa memicu masalah serius, namun dengan kesadaran, dukungan, dan kemauan untuk bangkit, pemulihan adalah hal yang mungkin. (Sumber:Suara.com)

Sumber : Bangkit dari Kelelahan Ekstrem: Kisah Nirina Zubir Melawan Gangguan Kesehatan Mental

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started