1TULAH.COM, Muara Teweh- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Barito Utara (Barut) mengundang H Gogo Purman Jaya dialog.
Selain BEM se Barut, hadir pula perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Pertemuan itu berlangsung di Cafe Kopi Itah, 14 Agustus 2024.
Saat dialog, kalangan mahasiswa ini ramai menanyakan ide gagasan H Gogo Purman Jaya. Tidak saja terkait pendidikan gratis 16 tahun , juga terkait kesehatan, lapangan pekerjaan dan masalah kesiapan pemerintah daerah menghadapi produksi tambang batubara habis.
Penghasilan APBD Barito Utara ini dari batu bara. Tapi bisa habis/ Bagaimana gagasan H Purman jaya jika penopang ABPD itu sudah tidak ada lagi. Apa disiapkan jika seadainya Bapak memimpin,” kata Muhammad Fitrah Firdaus, perwakilan salah OKP Barito Utara, saat membuka sesi dialog.
Ketua Angkatan Muda Ka’bah Barito Utara, ini pun menambahkan, perhatian apa yang akan dilakukan Gogo ketika memimpin Barito Utara. Benarkah nantinya pendidikan gratis 16 tahun itu akan dilaksanakan dan bukan hanya janji semata.
Terkait pertanyaan itu, Gogo Purman Jaya membenarkan, jika dalam berapa tahun terakhir kenaikan APBD Barito Utara sangat signifikan. Hal itu didominasi sumbangna dana bagi hasil terbesar dari sektor Minerba atau pertambangan.
“Dana bagi hasil dari pusat memang ada dari sektor pajak, perikanan dan kehutanan. Tapi yang terbanyak dari sektor minerba atau batubara. Sehingga saat ini APBD Barito Utara mencapai 2.600 miliar atau 2,6 triliun,” kata Gogo.
Jika dari 2.600 miliar itu 20 persen disisihkan untuk pendidikan. Akan mampu selain memperbaiki infrastruktur sekolah, rumah dinas guru juga masih cukup anak-anak kita kuliah gratis. Bahkan yang tidak mampu bisa dibiayai kebutuhan hidup nya.
“Begitu juga dengan asrama untuk tempat tinggal mampu kita bangun. Begitu juga dnenga keluhan sekarang ribut biaya tebus baju dan buku. Bisa dibiayai oleh pemerintah, dennga menambah biaya operasional sekolah daerah atau Bosda,” imbuhnya.
Lanjutnya, kenapa pendidikan begitu prioritas? selain mempersaiapkan anak-anak Barito Utara siap bersaing, juga mempersiapkan pasca tambang habis, dan tak lagi jadi andalan penopang APBD.
Hal lain juga penting dilakukan perbaikan ke depan. Misalnya kesehatan gratis, memperluas dan memperbesar pelatihan-pelatihan. Sehingga gernerasi muda kita men jadi siap pakai dan tak tersisih denga pendatang dari lular jika hendak bekerja di perusahaan.
“Pengembangan dan peningkatan Pertanian dalma arti luas juga menjadi prioritas nantinya,” tutup Gogo.
Acara dialog dilanjutkan dengan nonton bareng kontes Dangdut, dimana salah warga Muara Teweh, Lidia ikut bertanding.
Penulis : Delia Anisya Fitri
Sumber : OKP dan BEM se Barut undang H Gogo Purman Jaya Dialog
Leave a comment