Elon Musk Ramal Perang Saudara Pecah, Ini Respons Inggris

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

 

1TULAH.COM – Miliarder Elon Musk baru-baru ini memicu kontroversi dengan meramalkan Inggris menuju perang saudara menyusul protes anti-migran yang terjadi di negara tersebut. Kerusuhan dipicu oleh insiden penikaman terhadap tiga anak di Southport oleh seorang remaja imigran Rwanda berusia 17 tahun.

Demonstrasi kekerasan juga terjadi di Manchester, Liverpool, dan Birmingham, dengan masjid-masjid diserang, kantor polisi digeledah, dan kendaraan serta bangunan dibakar.

Musk berspekulasi bahwa gelombang kekerasan yang hampir tidak terkendali ini menunjukkan Inggris menuju perang saudara.

Namun, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer langsung membantah komentar Musk dan menegaskan bahwa tidak ada pembenaran untuk komentar tersebut.

Starmer juga mengumumkan tindakan keras terhadap kekerasan, baik online maupun offline, dan menyatakan bahwa serangan terhadap masjid atau komunitas Muslim tidak akan ditoleransi.

Starmer menegaskan kembali komitmennya untuk mengerahkan pasukan publik, meningkatkan peradilan pidana, dan menerapkan hukum pidana secara ketat.

Lebih dari 400 orang telah ditangkap sejak kerusuhan dimulai, dan beberapa negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan ke Inggris untuk warga negara mereka.

Kerusuhan di Southport dimulai setelah penangkapan Axel Rudakubana, yang didakwa membunuh tiga anak perempuan dan melakukan 10 percobaan pembunuhan.

Misinformasi yang menyebar di internet menyebut bahwa Rudakubana adalah pengungsi Muslim, padahal dia lahir di Cardiff dari orang tua Rwanda.

Influencer kontroversial Andrew Tate turut memanaskan situasi dengan menyatakan bahwa penyerang adalah imigran gelap, memperkeruh suasana yang sudah tegang.

Sumber : Elon Musk Ramal Perang Saudara Pecah, Ini Respons Inggris

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started