1TULAH.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan terkait adanya peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrem di Indonesia.
Eddy Hermawan, peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN menyebutkan banyak siklon tropis yang mengindikasi perubahan iklim.
Sampai saat ini, terdapat tiga siklon tropis yang menyebabkan bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.
“Kemunculan mata badai banyak, frekuensi kejadian ekstrem meningkat, dan juga lokasinya bertambah,” kata Eddy.
Eddy mengatakan, selain kemunculan siklon tropis di wilayah perairan Indonesia yang berbatasan dengan Australia, dua mata badai yang juga muncul di atas Jepang.
Ia menyebutkan, mata badai yang muncul dalam waktu bersamaan seperti saat ini ialah fenomena tidak biasa yang mengindikasikan efek perubahan iklim.
Keberadaan siklon tropis dalam jumlah banyak itu tidak hanya menimbulkan bencana hidrometeorologi, namun juga menarik angin dingin dari Kutub Selatan yang membuat udara di Indonesia terasa cukup dingin.
Ia mencontohkan daerah yang biasanya tak mengalami hujan justru turun hujan, seperti Timur Tengah.
Bagi wilayah tropis seperti Indonesia yang hanya memiliki dua musim, cuaca ekstrem yang meningkat tak hanya terjadi ketika musim hujan saja, namun juga terjadi saat periode transisi menuju musim kemarau.
Menurutnya, kondisi cuaca di Indonesia akan kembali normal jika siklon tropis mendekati wilayah daratan.
Hal itu dikarenakan mata badai memiliki energi yang kuat saat berada di tengah laut, tapi meluruh saat mencapai daratan.
Namun, ia belum bisa memprediksi kapan situasi akan normal seperti sebelumnya.
“Cuma sampai kapannya saya belum berani (memprediksi), karena memang kondisinya masih seperti ini,” ungkapnya.
Sumber : Penjelasan BRIN Terkait Intensitas Cuaca Ekstrem di Indonesia Meningkat
Leave a comment