Mengenal Singlisme yang dapat Stigma Negatif dari Masyarakat

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM – Stigma dan perlakuan negatif seringkali dialami oleh orang yang lajang, baik di Indonesia maupun di negara lain. Fenomena ini dikenal dengan istilah singlisme, yang mengacu pada perlakuan tidak adil terhadap mereka yang belum menikah.

Singlisme dapat berupa stereotip dan stigmatisasi terhadap status lajang, di mana masyarakat seringkali melihatnya sebagai sesuatu yang rendah atau buruk. Bella DePaulo, seorang psikolog dan penulis, memperkenalkan istilah ini melalui blog “Living Single”nya, dan kemudian istilah ini diakui dan ditambahkan ke Kamus Bahasa Inggris Cambridge.

Bella menjelaskan bagaimana orang lajang menjadi sasaran stereotip, penolakan, kerugian ekonomi, dan diskriminasi, mirip dengan rasisme dan seksisme yang umum terjadi. Singlisme tidak hanya berlaku untuk orang lajang, tapi juga berhubungan dengan status perkawinan, di mana orang lajang sering kali menjadi korban perlakuan tidak adil.

Contoh singlisme dapat ditemui di berbagai bidang kehidupan, termasuk agama, tempat kerja, politik, dan media. Di Indonesia, orang yang lajang sering disebut dengan sebutan negatif seperti “perawan tua” atau “perjaka tua”, meskipun status tersebut bisa jadi pilihan mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa singlisme masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan dalam masyarakat.

Sumber : Mengenal Singlisme yang dapat Stigma Negatif dari Masyarakat

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started