1TULAH.COM, Muara Teweh- Warga Kota Muara Teweh kian resah sulitnya mendapatkan harga elpiji bersubsidi 3 kg dengan harga murah.
Meski pangkalan banyak, setiap membeli elpiji bersubsidi selalu antri. Lebih celaka lagi membeli di pedagang eceran harga di patok Rp50 ribu per tabung. Sangat jauh dari harga HET ditetapkan pemerintah.
Terkait kondisi ini anggota DPRD Barito Utara, H Tajeri meminta pemerintah daerah turun tangan mengatasi masalah ini.
“Pemerintah mesti turun tangan, kasihan masyarakat yang berhak menerima subsidi. Mana Tim Satgas yang sudah dibentuk. Padahal saat keadaan seperti ini fungsi mereka dibutuhkan masyarakat. Kalau tak bekerja bubarkan saja,” kata Tajeri, Rabu 29 Februari 2024.
Di daerah kita kata politis Gerindra ini longgar dari pengawasan. Pangkalan yang sudah PSU saja tetap di suplai dan kembali berjualan. Belum lagi di pangkalan yang ikut antri pengakuan warga justru banyak pelanmgsir. Kondisi ini yang membuat harga men jadi mahal di eceran. takj sedikit diduga pangkalan menjual tak sesuai harga HET.
Tajeri mengaku, mendapat saran masukan dari Pertamina pusat, selama pengecer tidak diatur, maka pangkalan akan terpancing melanggar.
“Mereka menyarankan dan bila memungkinkan pemerintah dan atau DPRD dapat memperkuat regulasi yang dapat membantu masyarakat, dan menerapkan pengawasan setempat. Yang ini kami di DPRD sangat sepakat, kami menunggu apa langkah Pemkab Barut,” kata Tajeri.(*)
Sumber : Tajeri Minta Pemkab Barut Turun Tangan Atasi Mahalnya Elpiji Bersubsidi Hingga Rp50 Ribu per Tabung
Leave a comment