Popularitas Bali Menjadi Korban Kesuksesannya Sendiri

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM – Popularitas Bali yang telah tersebar di seluruh dunia tidak lagi menjadi rahasia. Namun, banyak wisatawan asing yang tiba di Pulau Dewata merasa simpati terhadap keadaannya.

Dilansir dari Express UK pada Senin (19/2), sejumlah turis yang berkunjung ke Bali menyatakan perasaan sedih setelah menghabiskan waktu di sana. Bali dianggap sebagai korban dari dampak negatif dari popularitasnya yang terus meningkat.

“Bali telah menjadi korban kesuksesannya sendiri,” kata seorang blogger perjalanan di media tersebut.

yang paling banyak dikunjungi wisatawan di dunia saat ini. Pulau di Indonesia itu telah menjadi korban dari kesuksesannya sendiri, menarik banyak orang di Instagram yang mencari foto pantai yang sempurna dengan latar sawah yang subur dan kuil Hindu,” lanjutnya.

Dia menyatakan bahwa peningkatan pariwisata telah menyebabkan infrastruktur yang buruk, masalah lingkungan, dan penghilangan tradisi budaya. Express UK melaporkan bahwa lebih dari 5 juta turis asing mengunjungi Bali pada tahun 2023, sementara populasi Bali hanya 4 juta jiwa.

Nick menyampaikan bahwa meskipun ramai, masih ada beberapa area di pulau Bali yang sepi dan nyaman bagi wisatawan. Area seperti itu diidamkan oleh turis asing dan dianggap sebagai “Bali yang sebenarnya”.

“Untungnya, masih ada cara untuk merasakan Bali yang sesungguhnya jika Anda menghindari hotspot seperti Kuta, Seminyak, dan Ubud,” ucapnya.

Untuk mencegah rasa kecewa, Nick merekomendasikan agar para wisatawan mengunjungi bagian timur Bali. Di sana, mereka dapat lebih merasakan gaya hidup lokal yang sesungguhnya.

“Tempat-tempat seperti Amed, Candidasa, Sidemen, jauh lebih sedikit pengunjung. Di sana pantai-pantainya sepi, desanya tak ramai dan budaya lokal sangat terlihat,” pungkasnya.

Sumber : Popularitas Bali Menjadi Korban Kesuksesannya Sendiri

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started