1TULAH.COM – Petugas Kementerian Transportasi Jepang lakukan penggrebekan ke kantor Toyota Industries Corp, perusahaan yang memproduksi mesien diesel untuk beberapa mobil Toyota pada Selasa, (30/1/2024).
Penggerebekan tersebut dilakukan usai Toyota Motor Corp mengakui telah melakukan hal curang dalam pengujian mesin di sejumlah mobil diesel, termasuk Toyota Fortuner yang diproduksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMIN di Tanah Air.
Usai dilakukan penggerebekan, Akio Toyoda, bos besar Toyota membungkukan badan di depan publik untuk meminta maaf. Akio Toyoda sendiri sudah jarang tampil di publik usai mengundurkan diri sebagai CEO Toyota tepatnya pada tahun lalu usai menjabat selama 14 tahun.
“Kami sungguh minta maaf karena telah membuat konsumen khawatir dan cemas atas serangkaian skandal yang telah terjadi,” kata Toyoda dalam jumpa pers di Nagoya, Jepang.
“Masalah yang sangat serius dan telah mengkhianati kepercayaan konsumen dan mengguncang fundasi sistem sertifikasi kendaraan.” Lanjutnya.
Serangkaian skandal tersebut juga melibatkan anak usaha Toyota yakni Hino Motors Ltd, Toyota Industries Corp dan Daihatsu Motor Co.
Secara dramatis, skandal demi skandal tersebut terungkap saat Toyota mencetak rekor penjualan global, dengan catatan 11,25 juta unit mobil terjual selama 2023.
Maka dengan catatan tersebut Toyota kembali menjadi raja mobil dunia, mengalahkan musuh bebuyutan asal Jerman, yakni Volkswagen yang hanya berhasil menjual 9,2 juta unit mobil pada tahun lalu.
Skandal diesel Toyota
Sebelumnya diberitakan, dalam pekan ini, Toyota Motor Co memerintahkan penghentian pengiriman beberapa mobil diesel yang mesinnya diproduksi oleh Toyota Industries Corp. Penghentian pengiriman tersebut dilakukan sebab adanya manipulasi data dalam proses penerbitan sertifikasi mesin tersebut.
Toyota Industries pada Senin lalu mengakui telah memanipulasi data torsi mesin diesel yang dipasoknya untuk beberapa mobil Toyota di dunia, termasuk salah satunya di Indonesia.
Seperti dilansir dari Kyodo News, Toyota Industries dikatakan memanipulasi asupan ke injektor bahan bakar dalam pengujian mesin sehingga torsi yang dihasilkan terlihat lebih besar dari aslinya.
Sumber : Kantor Toyota Industries Corp Digrebek Kementerian Transportasi Jepang, Buntut Skandal Mesin Diesel
Leave a comment