1TULAH.COM – Ustaz Solmed mendapat kritik belakangan ini setelah memperlihatkan rumah barunya yang mewah, dianggap oleh warganet sebagai tindakan flexing atau pamer. Meskipun demikian, Ustaz Solmed menanggapi kritik tersebut dengan tenang, menyatakan bahwa ia tidak pernah bermaksud untuk memamerkan diri.
Ustaz Solmed berpendapat bahwa sikap flexing tidak selalu memiliki konotasi negatif. Baginya, ada saat-saat di mana flexing diperlukan untuk menarik perhatian rekan bisnis.
“Kalau dibilang flexing itu sebenarnya istilah ekonomi, bagaimana seseorang itu menampilkan sesuatu yang sukses, tapi benar-benar gitu. Tujuannya untuk menarik investasi, modal,” ungkap Ustaz Solmed dalam YouTube ALVIN in LOVE.
“Dari situ orang akan bertanya kok bisa? Dari mana? Dari dagang, lo mau ikut? Ayo,” imbuhnya.
Ustaz Solmed menegaskan bahwa yang tidak boleh dilakukan adalah pamer dengan niatan merendahkan orang lain.
“(Pamer adalah) sesuatu yang kita tunjukkan untuk merendahkan orang lain dan menolak kebenaran,” tuturnya.
Ustaz Solmed menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam Islam, menjadi kaya bukanlah larangan. Sebaliknya, ajaran Islam menekankan agar mereka yang kaya tetap rendah hati dan tidak sombong.
“Dalam Islam yang dilarang bukan kaya, tapi pada saat kamu kaya, kamu masih bayar zakat nggak? Kamu masih mau sedekah nggak? Masih mau berbuat baik nggak?,” terangnya.
“Kaya tidak dilarang, yang dilarang itu pelit, tidak mau zakat. Itu yang dilarang, kayanya kalau bisa, harus,” lanjutnya.
Sumber : Dikritik Pamer, Ustaz Solmed: Dalam Islam yang Dilarang Bukan Kaya Tapi…
Leave a comment