1TULAH.COM – Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah konsumsi rokor elektronik atau vape terbanyak di dunia.
Berdasarkan data pasar dan konsumen Statista Consumer Insights pada tahun 2023 menunjukkan 25 persen masyarakat Indonesia mencoba vape.
Indonesia memimpin di atas Swiss, Amerika Serikat, Kanada dan Inggris yang berada di lima besar.
Banyak orang Indonesia mencoba vape in untuk terapi berhentik merokok. Maka dari itu beralih dari rokok komvesional ke rokok elektronik.
Namun faktanya menurut Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), baik vape atau rokok konvesional ini sama-sama mengandug nikotin, zat karsinogen (penyebab kanker), serta bahan toksik lainnya yang iritatif, meskipun uap pada vape tidak mengandung karbon monoksida (CO) dan TAR.
Klaim mengenai vape lebih sehat dari rokok konvensional karena tidak ada kandungan TAR juga sangat keliru. Karena di dalam vape masih ada kandungan zat kimia nitrosamin yang berpotensi menjadi zat karsinogen. Juga gliserol/glikol yang berpotensi menyebabkan iritasi saluran napas dan paru.
Sementar itu, kandungan nikotin dalam vape juga sama berpotensi menyebabkan ketergantungan, itu sebabnya dikatakan kalau beralih ke vape bukan cara yang tepat untuk berhenti merokok.
Sumber : Vape Lebih Sehat Dibanding Rokok Konvesional? Intip Faktaknya Sini
Leave a comment