4 Kondisi yang Sebaiknya Menunda Konsumsi Air Rebusan Jahe

Coltliq Ekajaya – 1tulah |

1TULAH.COM – Air rebusan jahe memiliki ribuan manfaat layaknya obat herbal. Akan tetapi, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa air rebusan jahe sehat dan aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

Dari penelitian terbatas, air rebusan jahe ditemukan sifat antiinflamasi atau anti radang dalam tubuh. Peradangan terjadi akibat masuknya bahan kimia tertentu ke tubuh, pola makan, hingga infeksi bakteri ataupun virus.

Selain itu, jahe juga mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular seperti jantung, penyakit neurodegeneratif, seperti parkinson, alzheimer, sampai huntington. Bahkan, ada sebuah tradisi mengonsumsi jahe di hampir seluruh dunia yaitu meminum air rebusan jahe saat mengalami gangguan pencernaan seperti muntah dan mual.

Namun demikian, dari segudang khasiat yang ditemukan dalam jahe, para ahli masih melakukan penelitian lebih luas untuk membuktikan hubungan keduanya tidak hanya sebatas efek plasebo.

Dilansir dari Healthlin, dalam kondisi tertentu, meminum air rebusan jahe tidak dianjurkan karena akan menyebabkan risiko penggunanya. Ada sebagian orang dengan kondisi tertentu yang disarankan untuk meninggalkan kebiasaan ini, terutama seseorang yang sedang dalam perawatan medis. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya interaksi buruk dengan obat lain yang mungkin dikonsumsi.

Siapakah yang Perlu Membatasi?
Orang yang memiliki penyakit jantung, diabetes, dan batu empedu sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter sebelum meminum jahe sebagai suplemen. Ibu hamil, menyusui, atau seseorang yang akan dioperasi juga dianjurkan untuk menunda atau menghentikan konsumsi air rebusan jahe.

Sumber : 4 Kondisi yang Sebaiknya Menunda Konsumsi Air Rebusan Jahe

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started